kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Koalisi Minta DPR Selektif Pilih Anggota BPK


Selasa, 16 Juni 2009 / 16:40 WIB


Reporter: Anastasia Lilin Y |

JAKARTA.Dua tersangka dalam kasus suap Miranda Swaray Goeltomyakni Endin Soefihara dan Udju Djuhaeri terdaftar dalam bursa calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2009.

Informasi tersebut disampaikan oleh Koalisi Pemantau Seleksi Calon Anggota BPK yang terdiri dari Indonesia Parliamentary Center (IPC), Indonesia Budget Center (IBC), Indonesia Corruption Watch (ICW), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) dan Transparency International Indonesia (TII) saat temu wartawan di Gedung Puri Imperium, Selasa (16/06).

Koalisi menuntut panitia seleksi Komisi XI DPR RI untuk menggugurkan kedua nama ini karena dinilai sudah tidak memiliki integritas baik moral maupun kejujuran. "Mereka sudah tidak layak ikut proses seleksi," kata Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho.

Disamping temuan dua tersangka kasus korupsi, Koalisi menemukan ada indikasi motif mencari pekerjaan (job seeker) dari para peserta calon anggota BPK. Tercatat, delapan dari 51 calon peserta adalah anggota DPR RI perode 2004-2009 yang gagal terpilih untuk masa jabatan berikutnya.

Faktor lain yang tak kalah penting harus diperhatikan oleh Komisi XI adalah tahapan uji kompetensi dan profesionalitas mengingat tak semua calon mempunyai latar belakang soal pengawasan keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×