kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.997   61,33   0,77%
  • KOMPAS100 1.128   11,67   1,04%
  • LQ45 819   3,28   0,40%
  • ISSI 282   4,03   1,45%
  • IDX30 426   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 512   -2,50   -0,49%
  • IDX80 126   1,04   0,84%
  • IDXV30 139   0,17   0,12%
  • IDXQ30 139   -0,41   -0,30%

Kinerja ekspor April melempem, ini penyebabnya


Rabu, 15 Mei 2019 / 14:07 WIB
Kinerja ekspor April melempem, ini penyebabnya


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja ekspor Indonesia selama bulan April 2019 merosot. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor sepanjang April 2019 hanya US$ 12,6 miliar.

Angka itu turun 10,8% dibanding bulan sebelumnnya dan turun lebih tajam 13,1% year on year (yoy). Penurunan ekspor April dibanding Maret, disebabkan oleh penurunan ekspor migas sebesar 34,95% dan ekspor nonmigas 8,68%.

"Penurunan ekspor polanya hampir sama, setiap bulan April mengalami penurunan," kata Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (15/5). 
Ekspor April 2019 yang sebesar US$ 12,6 miliar, lebih rendah dibanding nilai ekspor April 2018 dan 2017.

BPS juga mencatat, ekspor berdasarkan sektornya mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. 

Di sektor migas, nilai ekspor turun 34,95% month to month (mtm), terutama karena penurunan hasil minyak dan gas dan turun 37,06% yoy terutama karena penurunan pada minyak mentah, gas, dan hasil minyak.

Di sektor pertanian, ekspor turun 6,74% mtm. Ini karena penurunan ekspor hasil hutan bukan kayu lainnya, buah-buahan, mutiara hasil budidaya, dan tanaman obat aromatik dan rempah-rempah. Secara tahunan, ekspor pada sektor ini turun 15,88% yoy karena penurunan ekspor jagung, dan biji kakao.

Di sektor pengolahan, ekspor tercatat turun 9,04% mtm karena penurunan logam dasar mulia termasuk perhiasan, minyak kelapa sawit, besi baja, dan peralatan listrik. Secara yoy, ekspor pada sektor ini turun 11,82%.

Sementara di sektor pertambangan, ekspor tercatat turun 7,31% yoy. "Ini karena batubara, bijih tembaga, liknid, dan bijih besi," tambah Suhariyanto. 

Secara yoy, ekspor pertambangan turun 6,5%.

Secara total, nilai ekspor Januari-April 2019 mencapai US$ 53,2 miliar, turun 9,39% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×