kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ketua Umum Kadin soroti pembangunan SDM di Indonesia


Senin, 24 September 2018 / 23:09 WIB
ILUSTRASI. Rosan Roeslani, Ketua Kadin


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Roslan P. Roeslani menyoroti pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang masih rendah.

Hal itu ia sampaikan saat membuka syukuran dan ulang tahun KADIN Indonesia ke-50 tahun di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Senin (24/9).

Rosan meyakini, bangsa Indonesia memiliki peradaban dan daya pikir serta strategi yang tinggi. Tapi sayangnya, kini indeks pembangunan manusia Indonesia masih sangat rendah.

Dilihat dari, angka tenaga kerja yang ada dari total 133 juta 50%-nya adalah lulusan sekolah dasar."Sementara yang lulusan diploma atau sarjana masih berjumlah 12-13% -nya," kata dia.

Menurutnya, isu-isu tersebut memperlihatkan intelektual bangsa. " Sulit berkompetisi dan tertinggal dari bangsa-bangsa lain," tambahnya.

Maka itu, ia menilai apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal revolusi mental itu sudah tepat. Salah satu revolusi mental yang dilakukan adalah penyelenggaraan Asian Games 2018, Agustus lalu.

Rosan menganggap, Asian Games merupakan revolusi mental yang sukses. Pasalnya, Indonesia memberikan keberanian untuk menjadi tuan rumah dan mengejar pembangunan dalam jangka waktu dua tahun ini.

Sehingga, Asian Games tahun ini diakui oleh negara-negara di Asia merupakan pagelaran ajang olahraga se-Asia oleh Indonesia ini berhasil dan tersukses.

Pun juga dilihat dari program vomasi dan training, ia menganggap Presiden membuktikan secara nyata karena telah menyiapkan program dalam APBN."Ini semua adalah amanat yang dilakukan berdasarkan UU 1945, salah satunya untuk mencerdaskan bangsa," kata Rosan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×