kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ketua IDI himbau media mengurangi kepanikan masyarakat terhadap corona


Kamis, 12 Maret 2020 / 21:02 WIB
ILUSTRASI. A medical worker wearing protective suits pulls a stretcher from an ambulance to the isolation room for patients affected coronavirus disease (COVID-19) at Sanglah Hospital in Denpasar, Bali, Indonesia, March 11, 2020. REUTERS/Johannes P. Christo


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan, jika media perlu mengurangi kepanikan masyarakat terhadap virus corona (COVID-19) dengan memberi gambaran kesembuhan dan tingkat kematian yang rendah akibat virus tersebut.

"COVID-19 kemarin resmi dinyatakan oleh WHO sebagai penyakit pandemik, karena 2/3 manusia di dunia sudah terjangkit. Tetapi, kita harus tahu bahwa tingkat kesembuhan virus ini 97% dan kematian dari penyakit ini hanya 2%, sampai 3%" jelas Daeng saat konferensi pers di Gedung TVRI, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).

Ia melanjutkan, berbeda dengan TBC dan Demam Berdarah (DBD), tingkat kematian akibat COVID-19 sangatlah rendah. Kematian yang diakibatkan oleh virus tersebut juga disertai dengan penyakit bawaan yang telah ada di tubuh pasien, seperti diabetes atau gagal ginjal.

Baca Juga: Donald Trump tutup pintu bagi pendatang dari Eropa

Langkah-langkah yang perlu dilakukan masyarakat adalah dengan tidak melakukan kontak dengan penderita, menghindari orang-orang yang diduga terpapar khususnya warga neara yang baru datang dari negara-negara yang positif kasus COVID-19.

Lanjutnya, menggunakan masker bagi yang sakit, rutin menjaga kebersihan tangan dan hand sanitizer mengandung antispetik. Terakhir, perlu istirahat yang cukup, menjaga makanan bergizi, olahraga yang rutin. "COVID-19 ini berkenaan dengan kondisi kekebalan tubuh yang menurun," lanjutnya.

Ia berkata, jaringan terluar virus COVID-19 mengandung minyak yang bisa rusak jika terkena deterjen. Daeng menekankan, dengan rajin mencuci tangan dan menghindari tangan menyentuh wajah, bisa meminimalisir kemungkinan tertular.

"Media perlu menurunkan kepanikan di masyarakat, karena walau pandemik, penularannya tidak semudah TBC dan kesembuhannya tinggi dibandingkan dengan SARS atau MERS," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×