Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tancap gas mendukung program 3 juta rumah pemerintah melalui pengembangan hunian berbasis transit (Transit Oriented Development/TOD).
KAI berencana membangun ribuan unit rumah susun (rusun) yang terintegrasi langsung dengan simpul transportasi utama, salah satunya di Stasiun Manggarai.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa pemilihan Stasiun Manggarai sebagai lokasi utama sangat strategis. Pasalnya, Manggarai merupakan simpul transportasi tersibuk di Jakarta dengan lebih dari 770 perjalanan kereta api yang melintas setiap hari, mulai dari KRL Jabodetabek hingga KA Bandara Soekarno-Hatta.
“Kalau kita lihat angka-angkanya, tahun 2025 yang keluar gate in dan gate out di Stasiun Manggarai satu tahun itu 10 juta orang, tepatnya adalah 10.530.000 orang dan setiap harinya Stasiun Manggarai menjadi stasiun transit yang melayani lebih dari 200.000 penumpang transit perharinya,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga di Maret 2026, Rupiah Cetak Rekor Penutupan Terburuk
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, KAI akan membangun total delapan tower rusun yang terbagi di dua blok, yakni Blok G dan Blok F di kawasan Manggarai dengan total luasan lahan 2,2 hektare.
Setiap gedung bakal memiliki 12 lantai dengan total 2.200 unit. Adapun tipe hunian yang ditawarkan adalah tipe 45 dan tipe 52. Bobby menargetkan pengerjaan proyek ini akan segera dimulai agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
“Waktu pengerjaannya akan segera kita mulai, sehingga di awal tahun 2027 kita sudah bisa melakukan penyerahan kunci dari unit-unit tersebut,” tegasnya.
Tak hanya di Jakarta, KAI juga melakukan pencanangan hunian serupa di tiga lokasi strategis lainnya di Pulau Jawa. Di Bandung, KAI akan membangun 753 unit hunian di Stasiun Kiara Condong.
Kemudian di Semarang, tepatnya di kawasan Stasiun Dr. Kariadi, akan dibangun 1.042 unit hunian setinggi 42 lantai. Sementara di Surabaya, lokasi Stasiun Gubeng akan menampung 1.489 unit hunian setinggi 52 lantai.
“KAI ingin menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi, hunian yang dekat dengan transportasi publik, pemampatan lahan yang efisien, serta mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat perkotaan,” pungkasnya.
Baca Juga: Konsumsi Lebaran Diproyeksi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













