kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Ketua BPK: Kepala Daerah takut belanjakan anggaran


Rabu, 25 Januari 2017 / 20:26 WIB
Ketua BPK: Kepala Daerah takut belanjakan anggaran


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis mengungkapkan, kerap mendapat aduan dari kepala daerah terkait penggunaan anggaran di daerah.

"Mereka takut membelanjakan dana yang mereka miliki," ujar Harry saat berbicara di acara Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/1).

Ketakutan para kepala daerah itu muncul lantaran adanya kekhawatiran terjerat kasus korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa di dalam anggaran pemerintah daerah.

Akibatnya, anggaran yang sudah dialokasikan justru mengendap di daerah.

Di mata Harry, pengendapan anggaran di daerah sama saja dengan memperlambat upaya mensejahterakan rakyat. Sebab, alokasi anggaran ke daerah bertujuan untuk pembangunan.

"Beberapa pimpinan daerah bahkan lebih memilih menyimpan dana itu di perbankan. Kemarin bapak Presiden menyebut jumlahnya sekitar Rp 270 triliun," kata Harry.

BPK sendiri menyarankan agar pemerintah daerah melaksanakan mekanisme pengadaan barang dan jasa melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Sebab mekanismenya dinilai lebih transparan.

Namun ketakutan penggunaan anggaran bukan hanya dirasakan pemerintah daerah.

Menurut Harry, nuansa ketakutan itu juga dirasakan di pemerintah pusat yakni kementerian dan lembaga.

Oleh karena itu, BPK menyarankan agar semua pengadaan barang dan jasa bisa melalui LPSE. Sebab, mekanisme LPSE sudah terbukti bisa menghemat anggaran. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×