kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Ketika UMKM didorong melantai di bursa efek


Jumat, 03 Januari 2020 / 20:17 WIB
ILUSTRASI. Produk UMKM yg diekspor ke China dipajang di acara Pelepasan ekspor produk UMKM ke China oleh Kemenkop dan UKM serta Kemendag di Kawasan Industri san Pergudangan Marunda Centre, Bekasi, Kamis (19/12).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

Menurutnya, perlu upaya menyeluruh dan melibatkan seluruh stakeholder dalam mewujudkan UMKM yang maju. Dimana industri yang paling kuat akibat ketidakpastian ekonomi global adalah ekonomi kecil dan menengah.

"Bagaimana pembiayaan kredit ke depan. Libatkan seluruh stakeholder, pakar dan pelaku ekonomi di Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: Berbagai tarif naik tahun ini, Kemenkeu siapkan segambreng instrumen fiskal

Peneliti dan Ekonom INDEF tersebut menilai diluar program Kemenkop dan UKM yang ada saat ini sudah cukup baik, juga dibutuhkan untuk lebih fokus dalam UMKM menjadi poin utama dalam diskusi publik dan pakar kebijakan.

INDEF juga mengusulkan agar Kemenkop dan UKM memperkuat riset tentang ekonomi usaha rakyat, action riset, efektifkan kebijakan berdasar data riset dan action di lapangan. "Harus dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur. Bukan hanya pemerintah, lembaga internasional dan pelaku usaha UKM," mengakhiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×