Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan infrastruktur transportasi nasional diperkirakan akan menghadapi tantangan dalam beberapa tahun ke depan seiring bergesernya prioritas belanja pemerintah. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi percepatan berbagai proyek transportasi, khususnya proyek yang membutuhkan investasi dalam jumlah besar.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, ruang fiskal pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur semakin terbatas akibat perubahan alokasi anggaran ke berbagai program prioritas.
“Prioritas anggaran bergeser sehingga ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur menjadi lebih terbatas,” ujar Djoko kepada KONTAN, Jumat (24/7/2026).
Menurut Djoko, dampak dari keterbatasan anggaran tersebut mulai terlihat dari tertundanya sejumlah rencana pengembangan jaringan transportasi. Pada sektor perkeretaapian, misalnya, kebutuhan pendanaan masih sangat besar.
Baca Juga: MK Larang Kuota Internet Hangus, Operator Seluler Perlu Ubah Model Bisnis
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pengadaan sarana kereta mencapai sekitar Rp 5 triliun. Sementara itu, peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 4 triliun.
Djoko menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga kesinambungan pembangunan infrastruktur transportasi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mencari sumber pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar proyek-proyek strategis tetap dapat berjalan.
“Diperlukan skema pembiayaan baru agar pembangunan infrastruktur tetap berlanjut,” katanya.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skenario APBN Hadapi Kenaikan Harga Minyak, Subsidi Energi Dijaga
Menurut Djoko, kepastian skema pembiayaan akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan proyek-proyek transportasi strategis. Pemerintah dinilai perlu memastikan tersedianya sumber pendanaan jangka panjang, baik melalui lembaga investasi maupun berbagai skema pembiayaan alternatif lainnya.
Dengan dukungan pendanaan yang memadai, pembangunan infrastruktur transportasi diharapkan tetap berlanjut untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah kebutuhan investasi yang terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














