kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Keran impor gula diperlebar


Selasa, 07 Juni 2016 / 19:24 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah terus berupaya sekuat tenaga untuk menekan harga kebutuhan pokok. Salah satunya gula yang belakangan ini harganya terus melonjak.

Menteri Perdagangan, Thomas Lembong mengatakan, pergerakan harga gula belakangan ini sudah mengkhawatirkan. "Saya pribadi kecewa di beberapa daerah naik tinggi," katanya di Jakarta Selasa(7/6).

Thomas mengatakan, untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah telah membuka impor. Pertama, izin impor diberikan kepada BUMN, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). "Banyaknya 192.000 ton dan sudah disalurkan 102.000 ton," katanya di Kantor Presiden (7/6).

Di samping itu, pemerintah juga memutuskan menugaskan PTPN dan RNI untuk mengimpor gula mentah sebanyak 381.000 ton untuk kemudian diolah menjadi gula konsumsi. "Itu disalurkan melalui operasi pasar dengan harga Rp 11.500 sampai Rp 12.000 per kilogram di titik yang harganya mengalami kenaikan cukup tinggi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×