kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.048   46,00   0,26%
  • IDX 5.299   20,06   0,38%
  • KOMPAS100 683   2,78   0,41%
  • LQ45 534   3,29   0,62%
  • ISSI 180   0,84   0,47%
  • IDX30 299   1,78   0,60%
  • IDXHIDIV20 392   3,06   0,79%
  • IDX80 79   0,44   0,57%
  • IDXV30 109   0,99   0,92%
  • IDXQ30 99   0,85   0,86%

Kepala BPN Bakal Berhak Mencabut Hak Kepemilikan Tanah


Jumat, 30 Juli 2010 / 14:18 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Pertanahan Nasional bakal mempunyai kewenangan mencabut hak atas kepemilikan tanah demi kepentingan umum. Hal ini akan diatur dalam Rancangan Undang-Undang tentang Pengadaan Lahan. Sebelumnya, kewenangan mencabut hak atas kepemilikan tanah untuk umum berada di tangan presiden.

Cuma, Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Lucky Eko Wuryanto mengatakan, Kepala BPN berhak mencabut hak atas kepemilikan tanah atas rekomendasi dan persetjuan dari pihak yang terkena seperti Badan Usaha Milik Negara. "Kalau presiden ketinggian," begitu kata Lucky, Jumat (30/7).

Menurut Lucky, aturan yang terdapat dalam RUU Pengadaan Lahan ini akan berlaku untuk proyek infrastruktur dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta atau public privet partnership (PPP). Catatannya, infrastruktur yang dimaksud bukan saja proyek jalan dan jalan tol melainkan juga proyek infrastruktur secara keseluruhan seperti bendungan dan proyek geothermal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×