Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai membuka peluang usaha baru di daerah, terutama dalam penyediaan fasilitas rantai dingin (cold chain) untuk menjaga kualitas bahan pangan, khususnya protein hewani. Kebutuhan ini menjadi sorotan seiring tantangan distribusi bahan baku MBG ke wilayah di luar Jawa.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengatakan ketidakmerataan sumber bahan pangan dan keterbatasan fasilitas cold chain menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan MBG. Kondisi tersebut terutama dirasakan di wilayah luar Jawa yang memiliki jarak distribusi cukup jauh.
Ia mencontohkan, sejumlah titik di Sulawesi pernah mengalami gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan bahan baku ayam yang tidak disimpan dalam kondisi dingin. Kondisi tersebut berisiko memicu pertumbuhan bakteri pada bahan pangan.
“Di wilayah-wilayah di luar Jawa yang jauh-jauh, yang kami rasakan menjadi perhatian adalah ketersediaan fasilitas cold chain untuk protein hewani kita,” ujar Sudaryono usai acara capaian 100 hari BGN di Bawah Pimpinannya, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut telah disampaikan kepada sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: BGN Tegaskan Insentif Rp 1 Triliun untuk Pemda Bukan Khusus Program MBG
Selain itu, BGN juga melihat kebutuhan fasilitas cold chain sebagai peluang untuk mengembangkan usaha baru di daerah, terutama yang mendukung penyimpanan dan distribusi bahan pangan.
Sudaryono menyebut, BGN telah membicarakan peluang tersebut dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Ia menilai, kebutuhan operasional MBG dapat mendorong tumbuhnya pelaku usaha baru di sektor pendukung rantai pasok pangan.
“MBG ini adalah program emerging market, program besar menjangkau ke mana-mana yang kemudian bisa menumbuhkan kreativitas usaha-usaha baru. Salah satu contohnya adalah usaha penyediaan cold chain di daerah,” kata Sudaryono.
Ia menambahkan, peluang usaha dari MBG tidak hanya terbatas pada penyediaan fasilitas penyimpanan dingin, tetapi juga mencakup penyediaan bahan baku dan distribusi. Dengan jangkauan program yang luas, kebutuhan rantai pasok MBG berpotensi memperbesar aktivitas ekonomi di daerah.
Baca Juga: BGN Integrasikan CCTV dan AI di 70 Dapur MBG, Tekan Biaya Pengadaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














