kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Kenaikan harga BBM gerus 30% daya beli buruh


Senin, 17 Juni 2013 / 12:07 WIB
ILUSTRASI. Inilah 4 Jenis Face Oil untuk Pemilik Kulit Kering, Cobain Yuk!


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) mengklaim ada 3.000 buruh yang unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Tuntutan mereka dalam unjuk rasa tersebut adalah menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang diwacanakan oleh pemerintah.

Said Iqbal, Presidium MPBI mengatakan kenaikan harga BBM subsisi akan menurunkan daya beli buruh sampai 30%. Dengan begitu, kenaikan upah minimum di awal tahun akan menjadi sia-sia.

"Jika pemerintah tetap menaikan harga BBM maka MPBI akan melakukan aksi demo terus dan puncaknya akan mogok nasional pada 16 Agustus mendatang," ujar Said dalam siaran persnya yang diterima KONTAN, Senin (17/6).

Menurut Said, tidak ada satu pun kebijakan pemerintah terkait pengalihan subsidi BBM diorientasikan untuk pelaksanaan jaminan kesehatan seluruh rakyat pada 1 Januari 2014. Pemerintah juga dianggap belum dapat menyediakan rumah dan sarana transportasi yang murah untuk kaum buruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×