Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) siap menjalankan proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di wilayah timur Indonesia. Khusus untuk pembangunan jembatan Hotekamp di Papua, Kementerian PU-Pera akan segera mengajukan perizinan pembangunan multiyears atau tahun jamak.
Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjoyono mengatakan, pihaknya juga akan segera mengajukan perizinan pembangunan jembatan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Bila izin pembangunan sudah diterima, maka proses tender dan pelaksanaan proyek diharapkan dapat dilaksanakan tahun ini.
Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Kementerian PU-Pera, pembangunan jembatan Hotekamp tersebut setidaknya memakan waktu hingga 3 tahun. Walhasil bila, seluruh proses pengerjaan lancar maka target Presiden agar di tahun 2019 jembatan Hotekamp dapat beroperasi akan terwujud.
Kementerian PU-Pera sendiri telah merampungkan desain dari pembangunan jembatan Hotekamp tersebut. Pembangunan jembatan Hotekamp ini sendiri merupakan bagian dari target pemerintah membangun hingga tahun 2019 mendatang.
Jembatan Hotekamp sendiri dinilai berada di posisi yang strategis karena akan berkoneksi dengan ruas Jalan Jayapura-Sentani dan Ring Road Jayapura. Bila jembatan ini terbangun maka akses masyarakat ke kota-kota di Papua menjadi semakin mudah.
Sementara itu, terkait dengan pembangunan jalan juga sudah ada kesiapan. Para kontraktor sudah ada yang berada disana. Taufik bilang, dalam 10 tahun terakhir ini, pembangunan infrastruktur di Papua memang terus ditingkatkan. "Tentu saja ini dalam rangka meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas," kata Taufik.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam periode 2015-2019 akan membangun jalan mencapai 2.650 kilometer (km). Sementara itu untuk tahun ini, ditargetkan jalan yang terbangun mencapai 497 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News