kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.889   31,00   0,17%
  • IDX 6.050   -67,17   -1,10%
  • KOMPAS100 793   -1,07   -0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 210   -2,73   -1,28%
  • IDX30 338   -0,39   -0,12%
  • IDXHIDIV20 413   -2,08   -0,50%
  • IDX80 90   -0,18   -0,19%
  • IDXV30 111   -0,95   -0,85%
  • IDXQ30 108   0,06   0,06%

Kempar andalkan MPD untuk menghitung turis asing


Rabu, 23 Januari 2019 / 22:02 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pariwisata (Kempar) tengah mengembangkan program Mobile Positioning Data (MPD), Sustainable Tourism Program, dan Homestay-Desa Wisata. Program MPD ini dapat menghitung jumlah wisatawan mancanegara dengan teknologi digital.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, karena dikerjakan dengan teknologi, MPD bekerja 24 jam alias non stop. Teknologi ini ia klaim jauh lebih update daripada survei maupun sensus yang digunkan selama ini. 

“Jauh lebih akurat, lebih mudah, lebih murah, dan tidak ada campur tangan manusia,” ujar Arief dalam siaran pers, Rabu (23/1).

Ia menjelaskan MDD prinsipnya pergerakan mobile cellular sama dengan pergerakan orang. Setiap ponsel punya identitas yang kerap dinamai Internet Protocol (IP), selain nomor teleponnya. Signal ponsel akan ditangkap oleh BTS atau mobile antena meskipun tidak melakukan pembicaan ataupun mengirim teks.

“Dari situ kami bisa mendapatkan data yang akurat, bukan hanya jumlah, tetapi juga profile data pengunjung, lama tinggal, frekuensi berkunjung, sampai ke negara originasi atau asal negaranya mana,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×