kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Kemhub: Walau lambat, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung jalan terus


Kamis, 13 Desember 2018 / 15:47 WIB
ILUSTRASI. Dana Proyek Kereta Cepat


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemhub) memastikan lahan untuk proyek kereta cepat Jakarta Bandung yang dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) aman.

Saat ini sebanyak 85% dari total lahan telah dikuasai oleh KCIC. Di bagian lahan yang sudah dikuasai tersebut dipastikan dapat dilakukan pembangunan secara berlanjut.

"Proyek (yang dijalankan) KCIC jalan terus walaupun lambat tetapi ada progresnya," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemhub Zulfikri usai konferensi pers pencapaian kinerja 4 tahun Kemhub, Kamis (13/12).

Saat ini KCIC terus melakukan pengerjaan di sejumlah bagian. Bahkan Zulfikri bilang pengaturan jadwal pengerjaan proyek di kawasan tol Jakarta-Cikampek (Japek) tidak menghambat pekerjaan.

Sebelumnya terdapat pengaturan jadwal mengingat menumpuknya pekerjaan proyek di tol Japek. Selain proyek KCIC, terdapat dua proyek lain yaitu tol Japek II elevated dan Light Rail Transit (LRT).

Meski begitu, perkembangan pengerjaan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung cenderung lamban. Hingga akhir tahun 2018 pengerjaan konstruksi proyek kereta cepat ini tidak lebih dari 5%.

"Pengerjaan konstruksi sampai akhir tahun sebesar 5%," ungkap Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Tumiyana sebelumnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR.

Hingga akhir November 2018, progres pengerjaan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar 3,62%. Angka tersebut masih di bawah target sebesar 6,32%.

Meski begitu Tumiyana masih optimistis proyek kereta cepat ini dapat selesai tepat waktu pada 2021 dan beroperasi pada 2022. Tahun depan, progres pengerjaan konstruksi ditargetkan mencapai 30%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×