kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Kementerian Pertanian Temukan 2.039 Kios Pupuk Bermasalah


Selasa, 14 Oktober 2025 / 16:05 WIB
Kementerian Pertanian Temukan 2.039 Kios Pupuk Bermasalah
ILUSTRASI. Seorang petani menunjukkan pupuk yang telah dicampur untuk ditebar ke areal persawahan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (8/1/2025). ANTARA FOTO/Andry Denisah/tom. Kementerian Pertanian mencatat ada 2.039 kios pupuk bermasalah yang menjual pupuk subsidi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian mencatat ada 2.039 kios pupuk bermasalah yang menjual pupuk subsidi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Merespon hal ini, Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi memastikan akan segera menidaklanjuti temuan tersebut. Pihaknya juga menjamin temuan ini tidak akan mengganggu distribusi pupuk subsidi ke petani. 

Rahmad mengatakan Pupuk Indonesia akan menyiapkan langkah antisipasi apabila ada seluruh kios di satu kecamatan yang terkena sanksi. 

“Kalau di satu kecamatan semua kiosnya kena, kami akan cari cara agar petani di wilayah itu tetap bisa menebus pupuk melalui mekanisme khusus,” kata Rahmad dalam keterangan resminya, Selasa (14/10/2025). 

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Acuan Anjlok 1,6% Menuju Level Terendah dalam 5 Bulan

Lebih lanjut, Rahmad memastikan akan segera menutup kios distributor yang terbukti melakukan pelanggaran. Dirinya juga akan menghapus dari sistem agar kios ini tidak dapat menjual pupuk subsidi. 

"Kedua tim kami akan memasang plakat di kiosnya. Kami juga akan melakukan pemeriksaan, dan jika terbukti bersalah akan kami tutup permanen. Namun jika tidak terbukti, kami akan melakukan pembinaan khusus,” ungkap Rahmad. 

Dalam kesempatan ini, Pupuk Indonesia turut melaporkan realisasi penyaluran Pupuk Bersubsidi Nasional hingga 11 Oktober 2025 yang telah mencapai 5,95 juta ton atau sekitar 62,34% dari total alokasi di tahun ini. 

Rahmad mengatakan capaian ini turut mengalami peningkatan sebesar 12% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024. 

“Dengan penegakan hukum yang tegas, tahun ini penyerapan pupuk meningkat 12% dibandingkan tahun lalu, dan diikuti dengan kenaikan produksi beras sebesar 16% berdasarkan data BPS," ungkap Rahmad. 

Baca Juga: Menteri Haji dan Umrah Minta Kejagung Dampingi Proses Peralihan Aset dari Kemenag

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×