kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kementerian Lingkungan Hidup Dorong Pembangunan Rendah Emisi di Program 3 Juta Rumah


Minggu, 01 Desember 2024 / 07:15 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup Dorong Pembangunan Rendah Emisi di Program 3 Juta Rumah
ILUSTRASI. Kementerian Lingkungan Hidup dorong pembangunan rumah rendah emisi dalam program 3 juta rumah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nym.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Lingkungan Hidup dorong pembangunan rumah rendah emisi dalam program 3 juta rumah. 

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengatakan, Indonesia berkomitmen dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi sampah plastik. Hal itu disebut telah dipuji secara internasional.

“Saya rasa perlu juga bagaimana tiga juta rumah ini dibuat seramah mungkin terhadap lingkungan, memanfaatkan sampah plastik dan juga menurunkan emisi,” kata Diaz dalam keterangan pers, Minggu (1/12). 

Baca Juga: Mencari Likuiditas Membiayai Ambisi 3 Juta Rumah

Diaz menambahkan, pihaknya mendukung program 3 juta rumah. Dukungan terhadap program ini di antaranya melalui proses Persetujuan Lingkungan untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di bawah 5 Ha yang bisa mengurus izin UKL-UPL tanpa biaya dan secara otomatis dalam sistem Amdalnet. 

“Pokoknya kita (Kementerian Lingkungan Hidup) mensupport penuh Program 3 juta rumah,” terang Diaz.   

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah mengatakan bahwa permasalahan backlog persediaan rumah bagi masyarakat adalah permasalahan yang besar. 

Baca Juga: Dorong KPR Subsidi, BTN akan Terbitkan Obligasi hingga Rp 15 Triliun di 2025

Ia menyambut baik program Presiden Prabowo untuk membangun 1 juta rumah di pedesaan, 1 juta rumah di pesisir dan 1 juta rumah di perkotaan. 

“Saya harus meluruskan, bahwa dengan program 3 juta rumah ini pemerintah tidak berniat menjadi pesaing para kontraktor dan developer, tetapi menjadi regulator yang baik,” ucap Fahri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×