Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dari lonjakan kasus yang terjadi di Jawa-Bali beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berharap dapat menjadi kewaspadaan bagi provinsi-provinsi di luar Jawa Bali, terutama karena adanya varian delta.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Indonesia terus berupaya melakukan kegiatan sequencing untuk memantau penyebaran varian baru yang berasal dari luar maupun dari lokal.
Varian delta saat ini mulai mendominasi pelaporan varian hampir seluruh negara di dunia dengan kemampuan penularan yang lebih tinggi serta potensi untuk memunculkan gejala dan keparahan lebih tinggi.
"Per tanggal 18 Agustus sudah lebih dari 500.000 sequensing dilakukan dengan 80% hasil adalah varian delta," kata Nadia dalam Konferensi Pers Perkembangan PPKM, Rabu (18/8).
Baca Juga: Harga minyak mentah dibayangi lonjakan kasus Covid-19, WTI ke US$66,70 per barel
Oleh karenanya, Kemenkes menghimbau provinsi-provinsi lainnya untuk lebih waspada dan meningkatkan testing dan tracing mengingat jumlah varian delta yang terdeteksi cukup tinggi di beberapa provinsi. Diantaranya Provinsi Aceh, Sumatra Utara Jawa Barat, Jawa tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua dengan angka testing rate di bawah rata-rata nasional.
"Bagi provinsi-provinsi yang belum laporkan atau belum menemukan varian ini untuk tetap diharapkan memiliki kewaspadaan yang sama dengan provinsi yang sudah melaporkan varian-varian baru ini. Tingkatkan upaya testing tracing dan laporkan kasus-kasus yang masuk kriteria untuk dilakukan pemeriksaan squencing ke laboratorium rujukan sekuensinya telah ditunjuk," paparnya.
Selain itu, akselarasi vaksinasi juga diminta untuk terus ditingkatkan. Nadia menegaskan, dengan upaya pengendalian dan vaksinasi yang dilakukan saat ini masih terbukti efektif untuk mencegah penularan dan mencegah keparahan serta kematian akibat infeksi varian delta.
Baca Juga: Selasa (17/8), AS melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat COVID-19
Selain itu, jumlah kasus baru harian nasional hingga tanggal 17 Agustus 2021 telah berlangsung angsur menurun menjadi 20.741 kasus. Bahkan, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat secara nasional juga berangsur-angsur turun.
"Setelah sempat menyentuh angka 92.567 pasien yang dirawat di ruang perawatan isolasi maupun intensif di 22 Juli 2021 yang lalu, sampai dengan 17 Agustus kemarin pasien dirawat secara nasional mencapai angka 50.487," papar Nadia.
Misalnya di DKI Jakarta, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat baik di ruang perawatan isolasi maupun intensif berjumlah 4.934 per tanggal 17 Agustus, atau tinggal 28% dari kapasitas ruang perawatan isolasi dan intensif yang mencapai 17.584. Penurunan juga terjadi di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.
"Pemerintah terus bekerjasama dengan seluruh pihak telah menerapkan PPKM darurat yang dilanjutkan dengan PPKM level 2, 3 dan 4 sesuai dengan dinamika perkembangan situasi di lapangan," imbuhnya.
Berdasarkan evaluasi mingguan, terjadi penurunan kasus 17% dibandingkan minggu sebelumnya. Penurunan kasus signifikan terjadi di daerah Provinsi DKI Jakarta, Sumatra Barat dan Maluku Utara.
Selanjutnya: Investor wait and see, jumlah penawaran masuk pada lelang SUN turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













