kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kementan dan Bulog Berbeda Soal Data Pangan, Ini Kata BPS


Selasa, 29 November 2022 / 16:56 WIB
Kementan dan Bulog Berbeda Soal Data Pangan, Ini Kata BPS
Pekerja membongkar muat karung berisi beras di gudang Perum Bulog Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Kamis (22/9/2022). Kementan dan Bulog Berbeda Soal Data Pangan, Ini Kata BPS.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perbedaan data beras antara Kementerian dan lembaga terulang lagi. 

Teranyar, terdapat perbedaan data dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyatakan produksi beras surplus sementara Perum Bulog mengatakan kondisi cadangan beras nasional menipis bahkan perlu lakukan impor. 

Menanggapi hal ini, Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) M. Habibullah mengatakan bahwa polemik perbedaan data tersebut telah selesai.  "Sudah clear semuanya," kata Habibullah pada wartawan di Jakarta Pusat, Selasa (29/11). 

Baca Juga: Perbedaan Data Beras Jadi Masalah Klasik, Akademisi: Ada Perbedaan Kepentingan

Habibullah mengatakan bahwa data beras pada dasarnya mengacu pada data BPS sejak 2019 dari hasil survei kerangka sampel area (KSA). 

Selain itu pembaruan data ini juga dilakukan setiap akhir bulan dengan menerjunkan 6.000 petugas di 230.000 titik.

Dari hasil yang didapat telah dilakukan uji validitas oleh BPS. 

Baca Juga: Bulog dan Kementan Terlibat Polemik Stok Beras Lokal

Namun adanya perbedaan data tersebut, diduga lantaran perbedaan penyusunan perhitungan stok yang dilakukan oleh Badan Pangan Nasional dan Kementan dan Bulog. 

"Cuma ini sudah clear kemarin sudah duduk bersama antar Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian dan Bulog bagaimana menghitung neraca beras," tambah Habibullah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×