kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,61   8,16   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kemenperin terima 150 unit konsentrator oksigen dari Asosiasi Gula Rafinasi


Kamis, 23 September 2021 / 16:54 WIB
Kemenperin terima 150 unit konsentrator oksigen dari Asosiasi Gula Rafinasi
ILUSTRASI. Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika pada acara Serah Terima 150 Unit Konsentrator Oksigen dari Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI)


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian bersama pelaku dan asosiasi industri bertekad untuk terus melakukan upaya percepatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tanah air. Langkah sinergi ini diyakini dapat lebih mempermudah dalam mencapai sasaran yang ditetapkan.

"Melalui berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait, Indonesia mendapat pujian dunia dalam pengendalian Covid-19," kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika pada acara Serah Terima 150 Unit Konsentrator Oksigen dari Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) kepada Kementerian Perindustrian sebagaimana keterangan resmi yang diterima Kontan, di Jakarta, Kamis (23/9).

Berdasarkan penilaian dari John Hopkins University, penanganan Covid-19 di Indonesia disebut jadi salah satu yang terbaik di dunia karena berhasil menurunkan kasus Covid-19 sebesar 58% dalam dua pekan.

Kendati demikian, Putu menegaskan masyarakat harus terus mewaspadai ancaman lonjakan kasus dan risiko masuknya varian virus baru, di antaranya dengan mengikuti dan menyukseskan program vaksinasi serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Harga melonjak naik, pemerintah diminta perbaiki neraca komoditas jagung

Plt. Dirjen Industri Agro menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada AGRI yang telah menyerahkan bantuan sebanyak 150 unit konsentrator oksigen kepada masyarakat melalui Kemenperin. Bantuan ini dinilai bisa mendukung upaya penanganan Covid-19 yang kasusnya masih terus ada, khususnya untuk pasien Covid-19 yang sedang dalam perawatan

Hingga saat ini, Kemenperin sudah memfasilitasi pengadaan sebanyak 9.828 unit konsentrator oksigen baik pengadaan melalui APBN maupun donasi para pelaku dan asosiasi industri. Khusus di sektor industri agro, sudah menyerahkan sebanyak 2.403 unit konsentrator oksigen.

Sebanyak 150 unit konsentrator oksigen dari AGRI ini akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan seperti rumah sakit rujukan dan lembaga atau institusi yang menangani Covid-19.

Putu menyebutkan, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Kemenperin telah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan dan penanganan terhadap penyebaran virus korona. Langkah ini dilaksanakan bersama dengan pelaku industri dari berbagai sektor.

"Guna menjaga industri tetap beroperasi selama masa pandemi, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Kemenperin menerbitkan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Dari upaya mempertahankan aktivitas sektor industri ini, terbukti berperan penting bagi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional," tutur Putu.

Pada triwullan II - 2021, Indonesia mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan mencapai 7,07%. Sektor yang memberikan kontribusi terbesar atas kenaikan PDB nasional tersebut adalah industri manufaktur, dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,91% meskipun mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Pemerintah diminta evaluasi program perlindungan sosial

Bahkan, selama masa pandemi ini, sektor industri masih tetap menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian nasional dengan mencapai lebih dari 17,3%.

Putu juga mengemukakan, sektor industri agro memberikan kontribusi signifikan hingga lebih dari 50% kepada PDB industri pengolahan nonmigas. Bahkan, sektor industri agro juga patut diberikan apresiasi mengingat pada kuartal kedua ini, nilai ekspornya menembus US$ 19,64 miliar atau berkontribusi sebesar 28,24% terhadap ekspor nasional.

"Kinerja gemilang dari sektor industri agro salah satu ditunjukkan oleh industri makanan dan minuman yang berkontribusi sebesar 38,42% terhadap PDB industri pengolahan non migas. Hal ini tidak terlepas peran dari industri gula rafinasi sebagai pemasok bahan baku untuk penopang produksinya. Artinya, AGRI ikut menjaga ketersediaan bahan baku dengan harga kompetitif sehingga bisa mendukung industri mamin dapat tumbuh bagus," sambungnya.

Lebih lanjut, Putu mengatakan, sebagian besar industri agro merupakan sektor kritikal yang perlu dijaga aktivitas produksinya karena untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

"Pada saat PPKM, sektor industri ini tetap beroperasi. Apalagi, sektor industri sudah menyadari bahwa menjaga produktivitas, perlu menjaga kesehatan dan keselamatan para pekerjanya," pungkas dia.

 

Selanjutnya: Reksadana pendapatan tetap masih menarik di tengah rencana tapering

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×