kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kemenkop UKM luncurkan Gerakan Mahasiswa Wirausaha


Kamis, 22 Februari 2018 / 14:41 WIB
Gerakan Mahasiswa Wirausaha


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Guna menumbuhkan wirausaha baru khususnya di kalangan mahasiswa, Kemenkop dan UKM akan meluncurkan program bernama Gerakan Mahasiswa Wirausaha (GMW).

"Gerakan mahasiswa Wirausaha ini akan disosialisasikan Maret mendatang, bekerjasama dengan perguruan tinggi di sembilan provinsi," kata Menkop dan UKM Puspayoga dalam siaran pers pada Kamis (22/2).

Puspayoga menjelaskan, kota-kota di sembilan Provinsi itu antara lain, Banda Aceh, Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Denpasar.

"Para mahasiswa itu akan diberikan pelatihan dan keterampilan sesuai minat dan bakat yang mereka miliki, kita juga akan melibatkan tv lokal dalam gerakan ini," jelas Puspayoga.

Diharapkan dengan adanya gerakan ini, lulusan Perguruan Tinggi tak hanya berkutat menjadi pegawai, apakah itu PNS atau swasta, namun bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, bahkan sampai membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Menurut Puspayoga, Indonesia akan bisa mengejar dan menyamai rasio kewirausahaan Malaysia yang kini berkisar 5 %. " Saya optimis akan tercapai pada 2019 mendatang," katanya.

Puspayoga mengatakan, mahasiswa atau generasi milenial pada umumnya, memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi wirausaha atau entrepreneur.

"Ciri generasi milenial itu antara lain memiliki kepercayaan diri dan kreativitas yang tinggi, serta jaringan yang luas. Ini adalah ciri-ciri seorang entrepreneur, tinggal dipoles sedikit saja maka jadilah ia entrepreneur," katanya.

Namun, generasi milenial juga memiliki kelemahan, antara lain, tidak begitu suka menabung, cenderung lebih suka ke kafe atau kongkow sambil main gadget.

"Hal-hal ini yang harus diperbaiki, bagaimana merubah kelemahan itu menjadi satu kelebihan. Kalau itu bisa dilakukan maka saya optimistis generasi milenial akan jadi generasi yang produktif," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×