kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.068   68,00   0,38%
  • IDX 5.831   -110,51   -1,86%
  • KOMPAS100 772   -13,79   -1,76%
  • LQ45 581   -7,52   -1,28%
  • ISSI 203   -3,06   -1,49%
  • IDX30 329   -4,53   -1,36%
  • IDXHIDIV20 407   -4,66   -1,13%
  • IDX80 87   -1,38   -1,56%
  • IDXV30 111   -2,17   -1,91%
  • IDXQ30 107   -1,38   -1,28%

Kemenkeu tengah lakukan investigasi terkait munculnya dana desa fiktif


Kamis, 07 November 2019 / 14:45 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah siswa berjalan melawati jembatan gantung yang rusak di Desa Sukamulya, Pandeglang, Banten, Selasa (30/7/2019).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

“Nanti kami dalami dulu bersama Kemendagri dan Kemendes. Kami juga lakukan (investigasi) internal,” tuturnya.  

Baca Juga: Tips sukses dari Miliarder Ray Dalio pendiri hedge fund terbesar di dunia 

Alokasi dana desa terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2015, anggaran dana desa hanya sebesar Rp 20,8 triliun. Alokasi anggaran tersebut terus meningkat hingga mencapai Rp 70 triliun atau rata-rata Rp 933,9 juta per desa pada tahun 2019 ini.   

Tahun 2020, pemerintah kembali menambah anggaran dana desa sebesar Rp 2 triliun menjadi Rp 72 triliun. Dana desa yang diterima secara rata-rata sebesar Rp 960,6 juta rupiah per desa. 

Baca Juga: Kejar rasio desa terlistriki, PLN Riau-Kepri siapkan sejumlah strategi 

Hingga 30 September lalu, Kemenkeu melaporkan penyaluran dana desa mencapai Rp 44 triliun. Penyaluran dana desa itu telah memenuhi 62,9% dari pagu yang dianggarkan tahun ini.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×