kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Kemenkeu tengah lakukan investigasi terkait munculnya dana desa fiktif


Kamis, 07 November 2019 / 14:45 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah siswa berjalan melawati jembatan gantung yang rusak di Desa Sukamulya, Pandeglang, Banten, Selasa (30/7/2019).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

“Nanti kami dalami dulu bersama Kemendagri dan Kemendes. Kami juga lakukan (investigasi) internal,” tuturnya.  

Baca Juga: Tips sukses dari Miliarder Ray Dalio pendiri hedge fund terbesar di dunia 

Alokasi dana desa terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2015, anggaran dana desa hanya sebesar Rp 20,8 triliun. Alokasi anggaran tersebut terus meningkat hingga mencapai Rp 70 triliun atau rata-rata Rp 933,9 juta per desa pada tahun 2019 ini.   

Tahun 2020, pemerintah kembali menambah anggaran dana desa sebesar Rp 2 triliun menjadi Rp 72 triliun. Dana desa yang diterima secara rata-rata sebesar Rp 960,6 juta rupiah per desa. 

Baca Juga: Kejar rasio desa terlistriki, PLN Riau-Kepri siapkan sejumlah strategi 

Hingga 30 September lalu, Kemenkeu melaporkan penyaluran dana desa mencapai Rp 44 triliun. Penyaluran dana desa itu telah memenuhi 62,9% dari pagu yang dianggarkan tahun ini.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×