kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Kemenkeu proyeksikan ekonomi pada 2021 tetap tumbuh meski di tengah ketidakpastian


Rabu, 29 Juli 2020 / 20:38 WIB
ILUSTRASI. Warga memlih makanan dan minuman saat berbelanja di Pasar Swalayan di Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ama.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Kebijakan Fiskal  (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berat.

BKF bahkan menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia terancam bergerak dari skenario berat menuju skenario sangat berat pada tahun 2020 ini akibat dampak pandemi corona atau Covid-19 yang memukul seluruh aspek membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat berat.

Baca Juga: Ini faktor penentu pertumbuhan ekonomi pada 2021

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) BKF Kemenkeu, Hidayat Amir menyatakan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 akan berhadapan dengan resesi akibat Covid-19.

Bahkan Amir menyebut, dampak pandemi ini telah mengubah arah ekonomi global secara drastis dari optimisme perbaikan menjadi resesi.

BKF turut memproyeksikan di tahun 2021, pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 4,5% sampai 5,5%. Adapun laju inflasi di tahun 2021 bergerak di kisaran 2% sampai 4% dengan outlook 3,0% yoy.

Baca Juga: Strategi Satgas tingkatkan serapan insentif pada dunia usaha

Menurutnya, pertumbuhan tersebut masih dipengaruhi oleh dampak Covid-19. “Tahun 2021 diperkirakan terjadi pemulihan meski ketidakpastian juga masih tinggi,” Ujar Amir saat media visit Kontan melalui konferensi daring, Rabu (29/7).




TERBARU

[X]
×