kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Kemenkeu pinjam dana pungutan sawit Rp 2 triliun


Minggu, 07 Mei 2017 / 23:37 WIB


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) ternyata pernah meminjam kelebihan dana pungutan ekspor sawit (dana idle) kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) senilai Rp 2 triliun. Peminjaman dana tersebut dilakukan pada akhir 2016 lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, langkah tersebut dilakukan dalam rangka mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kemenkeu terpaksa meminjam uangnya (BPDP Kelapa Sawit). Itu dilakukan dalam rangka menghadapi pelebaran defisit fiskal pada APBN 2016, semuanya transparan dan sedang diaudit oleh BPK," kata Ani, sapaan akrabnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pekan ini.

Pinjaman sebesar Rp 2 triliun itu rencananya dikembalikan ke BPDP-KS pada tahun ini. Sri Mulyani berjanji untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut dalam APBN Perubahan 2017.

Ia berharap, ke depannya, pengelolaan APBN bisa dilakukan secara lebih kredibel dan profesional. Sehingga, pemerintah tidak perlu lagi meminjam dari BPDP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×