kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

Kemenkeu Beri Dukungan Pembiayaan Kapal Riset BRIN melalui Skema KPBU


Kamis, 19 Februari 2026 / 19:30 WIB
Kemenkeu Beri Dukungan Pembiayaan Kapal Riset BRIN melalui Skema KPBU
ILUSTRASI. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (KONTAN/KONTAN)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII memberikan dukungan Project Development Facility (PDF) untuk proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pengelolaan dan Pembangunan Armada Kapal Riset Nasional (KPBU Kapal Riset).

Salah satu bentuk komitmen PT PII adalah partisipasi dalam kegiatan market sounding yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) di Jakarta, Rabu (18/2).

Kegiatan market sounding yang dihadiri Kepala BRIN, Wakil Kepala BRIN, Direktur PDPPI Kementerian Keuangan, Direktur Keuangan PT PII, perwakilan Bappenas, serta pelaku industri dan pemangku kepentingan bertujuan memperkenalkan proyek kepada calon mitra potensial dari sektor swasta.

Baca Juga: Perputaran Uang Ramadhan-Lebaran 2026 Diproyeksi Tembus Rp 190 Triliun

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperoleh masukan, minat, dan tanggapan dari para pemangku kepentingan serta mengukur tingkat kelayakan dan minat pasar sebelum proyek masuk ke tahap penyusunan Dokumen Business Case Akhir.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan proyek KPBU Kapal Riset merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pencapaian tujuan pembangunan nasional. Proyek ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan sinergi riset nasional.

Menurut Arif, kebutuhan tersebut belum dapat sepenuhnya dijawab oleh kondisi kapal riset BRIN saat ini yang masih memiliki berbagai keterbatasan. Di tengah tingginya permintaan riset serta biaya operasional yang besar, skema pembiayaan kreatif melalui KPBU dinilai menjadi solusi strategis.

“Dengan demand riset yang tinggi dan keterbatasan armada kapal riset, pembiayaan kreatif melalui KPBU menjadi jawaban atas kebutuhan strategis tersebut. Proyek ini perlu didukung melalui skema yang prudent dan memberikan kenyamanan bagi investor,” ujar Arif dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2).

Kapal riset yang akan dikembangkan dirancang sebagai multipurpose research vessel berteknologi canggih, dilengkapi remotely operated vehicle (ROV) dan peralatan riset portabel.

Kapal ini ditargetkan mampu mendukung empat tema riset prioritas BRIN sesuai standar internasional. Adapun lingkup proyek KPBU Kapal Riset menggunakan skema Design Build Finance Operate Maintain Transfer (DBFOMT).

Proyek ini mencakup pembangunan dan pengelolaan satu kapal riset samudera serta pengelolaan dua kapal riset yang tengah dalam proses pengadaan melalui skema Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN). Masa konsesi proyek direncanakan selama 20 tahun, termasuk periode konstruksi.

Deputi Direktur Bidang I PT PII Tanti Hidayati mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan di setiap tahapan KPBU melalui fasilitas Project Development Facility (PDF) yang disediakan Kementerian Keuangan.

Menurut Tanti, fasilitas ini diharapkan membantu BRIN memperoleh mitra badan usaha pelaksana yang tepat.

“Market sounding dilakukan secara terbuka dengan akses informasi yang setara bagi seluruh peserta, sehingga setiap investor memiliki peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam proyek ini,” kata Tanti.

Ia menambahkan, selain pendampingan dan penyiapan transaksi, PT PII juga siap memberikan penjaminan pemerintah sesuai mandat perusahaan guna mendukung keberhasilan proyek.

PT PII berharap proyek KPBU Kapal Riset dapat menjadi pilot project KPBU pertama di sektor infrastruktur ilmu pengetahuan dan riset di Indonesia.

Baca Juga: Bappenas Siapkan Rp56,3 Triliun untuk Pemulihan Aceh-Sumut-Sumbar

Selanjutnya: Bank Indonesia Aceh Buka Lowongan Konsultan Pertanian 2026, Cek Syaratnya

Menarik Dibaca: BI Rate Ditahan, Ada Peluang IHSG Kembali ke 9.000?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×