kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,18   10,45   1.23%
  • EMAS926.000 0,43%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kemenkes pastikan testing Covid-19 tidak berkurang selama bulan Ramadan


Selasa, 27 April 2021 / 07:10 WIB
Kemenkes pastikan testing Covid-19 tidak berkurang selama bulan Ramadan

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Di bulan puasa, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan testing Covid-19 tetap berlangsung dan tidak berkurang dari bulan sebelumnya.

"Tetap dilakukan testing, bahkan saat ini jumlah test kita tidak berkurang, baik dengan PCR maupun dengan rapid antigen," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada Kontan, Senin (26/4).

Dia pun mengatakan, testing Covid-19 terus diperkuat dengan melakukan penelusuran (tracing) kasus kontak serta dengan melakukan testing pada kasus yang datang karena sedang ada keluhan.

Adapun, sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 23 tahun 2021 tentang Hukum Tes Swab untuk Deteksi Covid-19 saat berpuasa, disebutkan bahwa pelaksanaan tes swab tidak membatalkan puasa dan umat islam yang sedang berpuasa pun diperbolehkan melakukan tes swab untuk mendeteksi Covid-19.

Baca Juga: Kemenkes: Sekitar 17 juta dosis vaksin Covid-19 sudah disuntikkan ke masyarakat

Lebih lanjut, Siti juga mengatakan, selain testing Covid-19, pemerintah juga terus menjalankan vaksinasi Covid-19 di bulan puasa. Menurutnya, laju penyuntikan tidak diturunkan, tetapi realisasi pun tergantung pada peserta.

"Kita lihat memang karena terbatas jumlah vaksin, kita hanya fokus dulu pada lansia dan guru dan tenaga pendidik," ujar Siti.

Meski begitu, dia juga mengatakan kerjasama dengan pihak swasta dan berbagai pihak masyarakat pun tetap dilakukan  untuk mendukung vaksinasi ini.

Menurutnya, kerjasama dilakukan dewan masjid Indonesia juga mendorong keterlibatan para pengurus masjid terutama bila terdapat keperluan untuk pelaksanaan vaksinasi di malam hari.

"Selain itu kerjasama dengan misalnya menjemput dan mengantarkan lansia dengan ojek online atau dengan drive through menggunakan becak atau memanfaatkan odong odong juga dilakukan," katanya.

Dia juga mengatakan dilakukan vaksinasi door to door dengan keterlibatan kepala RT/RW hingga lurah untuk mendata lalu menjadwalkan vaksinasi seperti di gedung sekolah. Dan terus dimonitor pada hari pelaksanaan, dari rumah ke rumah agar para lansia mendapatkan dan mendatangi tempat vaksinasi. 

Selanjutnya: Berpuasa di tengah pandemi Covid-19, ini 7 tips meningkatkan imun

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×