CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.010,74   -8,25   -0.81%
  • EMAS994.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Kemenkes: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Menunjukkan Tren Kenaikan


Minggu, 06 Maret 2022 / 10:30 WIB
Kemenkes: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Menunjukkan Tren Kenaikan


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, angka kesembuhan pasien Covid-19 menunjukkan tren kenaikan. Di mana data Kemenkes menunjukkan angka kesembuhan per 5 Maret mencapai 46.669, lebih tinggi dari hari sebelumnya yang di angka 40.462.

"Dari pantauan kondisi penanganan pandemi Covid-19 secara harian maupun mingguan, meskipun beberapa indikator menunjukkan angka yang positif secara konsisten, namun kita masih perlu kerja keras dan kerja sama semua pihak agar pandemi bisa terkendali seperti yang diharapkan,” ujar Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dalam keterangan resmi, Minggu (6/3).

Angka kesembuhan kemarin juga lebih tinggi dari kasus konfirmasi hari itu yang berada di posisi 30.156. Sementara itu, kasus aktif juga mengalami penurunan secara konsisten. Per 5 Maret kasus aktif menyentuh 500.418, atau turun sebesar 16.835 kasus aktif dibanding kemarin (4/3) yang tercatat di angka 517.253.

Sementara itu, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit juga masih bertahan di posisi 31% dari kapasitas nasional, sama seperti kemarin.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 5 Maret: Tambah 30.156 Kasus Baru, Disiplin Pakai Masker

Nadia menegaskan, pemerintah terus mengupayakan agar pandemi Covid-19 di Indonesia dapat terkendali. Salah satu indikator yang terus dipantau adalah positivity rate dengan target di bawah 5%.

Adapun positivity rate pada Jumat (4/3) lalu berada di posisi 13,58%, turun dari angka 17,43% di Kamis (3/3). Dengan begitu, rata-rata positivity rate mingguan berubah menjadi 15,87%, berkurang dari posisi sebelumnya di angka 16,49%.

“Mempertimbangkan rentannya lansia yang terinfeksi Covid-19 menjadi bergejala berat dan berisiko fatal, maka pemerintah mengimbau agar lansia berkonsultasi ke dokter dan ke rumah sakit untuk menerima perawatan. Langkah ini juga penting untuk membantu menekan angka kematian terutama pada golongan lansia,” ujar Nadia.

Sementara itu untuk masyarakat umum lainnya, apabila terinfeksi Covid-19 dan tanpa gejala (OTG) maupun bergejala ringan, bisa dirawat isolasi mandiri (isoman) di rumah maupun di isolasi terpusat (isoter) yang disediakan pemerintah.

Baca Juga: Angka Kesembuhan Covid-19 Sudah Tembus 5.073.522

Fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan baik di puskesmas, isoter, maupun konsultasi jarak jauh menggunakan fasilitas telemedicine bisa dimanfaatkan masyarakat dengan gejala ringan ataupun OTG.

Selain itu, Nadia menyebut pemerintah juga terus memperluas dan mempercepat cakupan vaksinasi primer dua dosis ditambah vaksinasi lanjutan (booster).

"Ini guna memperkuat pertahanan masyarakat dari infeksi Covid-19, terutama dari gejala berat dan risiko kematian,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×