kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kemenhut Minta Harga Kayu Hasil Land Clearing Naik


Rabu, 04 Agustus 2010 / 14:59 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Biaya pembersihan hutan ternyata masih tinggi. Karena itu, Kementerian Kehutanan meminta Kementerian Perdagangan mengatrol harga patokan kayu hasil pembersihan hutan (land clearing).

Kementerian Kehutanan sudah melayangkan surat permintaan itu kepada Kementerian Perdagangan. Namun, hasilnya sampai sekarang masih nihil. “Kami sudah menyurati Kemendag tiga kali, tapi sampai saat ini belum ada hasilnya,” kata Hadi Daryanto, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Produksi kehutanan Kemenhut, di sela-sela sosialisasi kebijakan kehutanan, Rabu (4/8).

Kementerian Kehutanan ingin harga kayu hasil pembersihan lahan itu bisa naik dari Rp 600.000 per meter kubik (m3) menjadi Rp 800.000 m3. Jika tidak, "Ini hanya setara dengan biaya operasional penebangan,” tambah Hadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×