kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Kemenhaj Imbau Jemaah Pakai Aplikasi Kawal Haji untuk Lapor Kendala di Tanah Suci


Rabu, 06 Mei 2026 / 13:43 WIB
Kemenhaj Imbau Jemaah Pakai Aplikasi Kawal Haji untuk Lapor Kendala di Tanah Suci
ILUSTRASI. Kementerian Haji dan Umrah mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia memanfaatkan aplikasi Kawal Haji sebagai sarana pelaporan berbagai kendala. (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia memanfaatkan aplikasi Kawal Haji sebagai sarana pelaporan berbagai kendala selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh Suci Annisa, mengatakan aplikasi tersebut merupakan platform digital berbasis cross-searching yang dirancang untuk mempermudah pelaporan sekaligus mempercepat penanganan persoalan jemaah secara real time.

Menurutnya, melalui aplikasi ini jemaah dapat menyampaikan berbagai laporan terkait layanan konsumsi, akomodasi, transportasi, kondisi kesehatan, hingga laporan barang maupun jemaah yang hilang.

Baca Juga: 1,5 Juta UMKM Terima KUR Rp 96 T, Simak Cara Pinjam & Angsuran KUR BRI 2026

“Kami menghimbau jemaah untuk memanfaatkan aplikasi kawal haji, yaitu platform digital berbasis cross-searching yang memudahkan pelaporan dan penanganan kendala jemaah secara real-time di Tanah Suci,” ujar Suci dalam konferensi pers, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, aplikasi Kawal Haji memiliki sejumlah keunggulan utama yang mendukung efektivitas layanan.

Pertama, sistem pelaporan yang cepat sehingga setiap kendala dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Kedua, aplikasi ini berbasis partisipasi bersama, di mana jemaah dan petugas sama-sama berperan sebagai sumber informasi untuk memantau berbagai situasi di lapangan.

Baca Juga: Jemaah Haji Wafat Bertambah Jadi 10 Orang, Ini Penyebabnya

Ketiga, transparansi layanan karena seluruh laporan dapat dipantau secara terbuka.

Keempat, sistemnya terintegrasi dengan petugas lintas sektor sehingga penanganan permasalahan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Selain itu, aplikasi ini juga dirancang ringan dan ramah digunakan oleh jemaah lanjut usia sehingga tetap mudah diakses oleh seluruh kelompok usia.

Suci menegaskan, pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari transformasi layanan haji yang terus diperkuat pemerintah.

Baca Juga: Kemehaj: 97.139 Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Arab Saudi

“Aplikasi ini menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan layanan haji yang responsif, transparan, dan akutabel,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×