kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemendag ambil sampel daging bakso di tujuh pasar


Senin, 17 Desember 2012 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi harga emas hari ini di Pegadaian, Rabu 8 September 2021. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.


Reporter: Arif Wicaksono | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Perdagangan telah mengambil sampel daging bakso di tujuh titik pasar di kawasan Jabodetabek. Sampel daging tersebut dibawa dan diteliti oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengatakan, pengambilan sampel dilakukan pekan lalu. "Hasilnya akan keluar akhir pekan ini," ujarnya, Senin (17/12).

Nus menegaskan, kepastian untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan lemak babi di dalam daging bakso tidak bisa lewat kasat mata. Menurutnya, pembuktiannya harus melalui uji laboratorium. Jika terbukti mengandung lemak babi, maka pelaku bisa dijerat hukuman pidana maksimal lima tahun atau denda Rp 2 miliar.

Asal tahu saja, beberapa hari terakhir, beredar kabar adanya daging bakso sapi oplosan. Bakso daging sapi oplosan mencuat setelah harga daging sapi melonjak. Nus sendiri mengaku belum mengetahui praktik daging bakso oplosan ini.

Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah Syafrudin Anhar mengatakan, pemerintah perlu meningkatkan program pencerdasan konsumen agar terhindar dari aksi penipuan. "Pelaku usaha juga perlu ditertibkan untuk meminimalisir adanya oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Menurut Syafrudin, keberadaan organisasi masyarakat juga perlu ditingkatkan keterlibatannya dalam rangka menyosialisasikan kebijakan perlindungan konsumen. Banyaknya anggota di dalam organisasi masyarakat bisa meningkatkan efisiensi penyebaran informasi mengenai perlindungan konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×