kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.185   26,00   0,14%
  • IDX 5.068   10,73   0,21%
  • KOMPAS100 654   2,05   0,31%
  • LQ45 517   1,57   0,31%
  • ISSI 169   -0,22   -0,13%
  • IDX30 290   0,45   0,16%
  • IDXHIDIV20 391   -0,58   -0,15%
  • IDX80 76   0,30   0,40%
  • IDXV30 109   -0,42   -0,38%
  • IDXQ30 98   -0,39   -0,39%

Kemenaker: Penetapan UMP yang Tidak Sesuai Regulasi Menimbulkan Polemik di Masyarakat


Selasa, 21 Desember 2021 / 20:18 WIB
ILUSTRASI. Upah Minimum yang tidak berdasarkan ketentuan akan menimbulkan polemik. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah memberlakukan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai landasan hukum penetapan upah minimum di seluruh daerah di Indonesia. Pemerintah berharap seluruh Pemerintah Daerah dalam menetapkan upah minimum di daerahnya untuk mengacu pada ketentuan yang berlaku.

"Sikap kami adalah penetapan upah minimum harus tetap mengacu pada PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan," kata Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Chairul Fadhly Harahap dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/12).

Menurutnya, ketentuan pengupahan yang di atur dalam PP 36 Tahun 2021 telah berdasarkan kesepakatan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh.

"Upah minimum itu penetapannya telah disepakati oleh tiga pihak, upah itu memang hak pekerja tapi juga harus diingat dan disesuaikan dengan kemampuan pengusaha," ujar Chairul.

Baca Juga: Revisi UMP, Wagub DKI Ungkap Saat Rapat Pengusaha Tak Keberatan UMP Jakarta Naik 5%

Ia menambahkan, penetapan upah yang tidak berdasarkan ketentuan yang berlaku akan menimbulkan polemik di masyarakat, seperti yang terjadi di Provinsi DKI Jakarta. 

Kemenaker memediasi pihak-pihak yang berselisih terkait penetapan UMP DKI Jakarta Tahun 2022.

Ia juga menyatakan Kemenaker telah berkoordinasi dengan Kemendagri dalam rangka pembinaan dan pengawasan kebijakan.

"Kemenaker siap hadir untuk memfasilitasi jika ada perbedaan pandangan termasuk kenaikan upah minimum di DKI, karena unsur pembinaannya yang kami kedepankan," pungkas Chairul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×