kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Kemdag akui aturannya perberat pedagang lokal


Jumat, 06 Juni 2014 / 16:34 WIB
Kemdag akui aturannya perberat pedagang lokal
ILUSTRASI. Cara mencari alamat server proxy.


Reporter: Handoyo | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui peraturan tata niaga importasi daging sapi dan produk hortikultura yang berlaku saat ini telah menyulitkan para pedagang di dalam negeri. Adanya batasan waktu impor selama tiga bulan untuk daging sapi dan enam bulan untuk hortikultura, serta kewajiban merealisasikan impor minimum 80%, membuat suplier di luar negeri menekan pedagang lokal. 

"Saya sedang pelajari, supaya mekanisme dapat berjalan dengan baik," kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Jumat (6/6). Menurutnya untuk melakukan impor daging sapi dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia saja membutuhkan waktu kebih dari tiga bulan, sehingga batas waktu impor itu sangat memberatkan. Apalagi jika jarak antar kedua negara sangat jauh. 

Sekedar informasi, untuk importasi produk daging sapi, Kemendag mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 46/M-DAG/PER/8/2013 tentang Ketentuan Impor dan Ekspor Hewan dan Produk Hewan. Kebijakan ini sekaligus merevisi Permendag sebelumnya yakni Nomor 22/M-DAG/PER/5/2013. 

Sementara untuk importasi hortikultura, Kemendag mengeluarkan Permendag Nomor 47/M-DAG/PER/8/2013 tentang perubahan atas Permendag Nomor 16/M-DAG/PER/4/2013 tentang ketentuan impor produk hortikultura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×