kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Kemdag akan evaluasi kebijakan post border


Kamis, 07 Maret 2019 / 12:39 WIB
Kemdag akan evaluasi kebijakan post border


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) berjanji tengah mengevaluasi kebijakan post border yang dipandang kurang efektif oleh pengusaha, dan membuat produk impor membanjiri Indonesia  dari padangan ekonom.

"Kita sedang evaluasi terus," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag) Oke Nurwan saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator (Kemko) Ekonomi, Rabu (6/3).

Hasil evaluasi tersebut, komoditas besi dan ban akan dikembalikan pengawasannya di kawasan pabean (on border) yang langsung diawasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Oke menjelaskan, saat ini Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) sudah siap, hanya tinggal menunggu Keputusan Menteri Keuangan (KMK).

"Ditargetkan sejak Agustus 2018 selesai Desember. Permendag diberlakukan mulai 20 Januari 2019 tinggal implementasi menunggu KMK," ujar Oke.

Hingga saat ini, pemerintah masih melakukan kajian pada dua jenis HS tersebut. Sisanya, pemerintah masih belum melakukan evaluasi.

Beberapa pihak meminta pemerintah untuk mengembalikan sistem pengawasan atas pemenuhan syarat impor di bawah DJBC.

Sedangkan untuk daftar yang masih sering ditemukan berlapis di peraturan pelarangan dan batasan (Lartas) di setiap kementerian, pemerintah disarankan untuk melakukan konsolidasi data.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×