kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Kejaksaan hindari praperadilan kasus bansos Sumut


Kamis, 15 Oktober 2015 / 12:10 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Tidak ingin kalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung terus mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Sumatera Utara. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, penyidikan terus berjalan.

"Saksi-saksi telah diperiksa, alat bukti dikumpulkan," katanya setelah acara pelantikan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (16/10).

Dalam kasus ini, Kejaksaan pernah memeriksa Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho. Dugaan korupsi bansos ini diduga berujung pada penyuapan tiga hakim PTUN Medan yang ditangani KPK. 

KPK telah menetapkan tersangka atas Gatot dan istrinya, serta OC Kaligis dan anak buahnya, juga tiga hakim PTUN Medan dan satu orang panitera.  

Selain itu, KPK juga mengusut dugaan suap dalam penyusunan APBD Sumut 2014 dan interpelasi DPRD 2015, yang juga menyeret Gatot. 

Meski begitu, hingga saat ini Kejaksaan Agung belum menentukan tersangka dalam kasus bansos tersebut. Prasetya mengaku berhati-hati dalam menetapkan tersangka.

Apalagi, semua tersangka berpotensi mengajukan gugatan praperadilan. "Jadi kami harus siap betul," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×