kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Kebutuhan pembiayaan korporasi bulan Maret 2021 naik, industri pengolahan tertinggi


Sabtu, 17 April 2021 / 13:41 WIB
Kebutuhan pembiayaan korporasi bulan Maret 2021 naik, industri pengolahan tertinggi
ILUSTRASI. Bank Indonesia


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, kebutuhan pembiayaan korporasi meningkat pada bulan Maret 2021. Hal ini terlihat dari saldo bersih tertimbang (SBT) yang mencapai 16,6%. 

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, posisi dari SBT Maret 2021 yang sebesar 16,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan SBT di bulan sebelumnya yang capai 8,2%. . 

“Peningkatan tertinggi ada pada sektor industri pengolahan,” kata dia dalam laporan Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang diterima Kontan.co.id, Jumat (16/4). 

Sektor industri pengolahan sendiri mencatat SBT sebesar 47%. Ini jauh meningkat dari SBT pada bulan Februari 2021 yang sebesar 1,6%. Kemudian disusul dengan sektor perdagangan yang mencatat SBT 2,6% atau naik dari 0,3% pada Februari 2021. 

Peningkatan SBT juga nampak pada sektor pertanian, perikanan, dan Kehutanan yang mencatat SBT sebesar 3,6%, naik dari SBT Februari 2021 yang sebesar 2,1%. 

Baca Juga: BI perkirakan inflasi April 2021 sebesar 0,15% mom

Bila menilik dari alasan peningkatan kebutuhan pembiayaan, sebagian besar responden atau sebanyak 78,2% menyatakan ini untuk mendukung aktivitas operasional. 

Kemudian, sebanyak 34,7% responden membutuhkan pembiayaan untuk membayar kewajiban yang jatuh tempo, 33,1% responden butuh untuk mendukung pemulihan pasca new normal, dan 15,3% responden membutuhkan pembiayaan untuk mendukung aktivitas investasi. 

Selanjutnya: Sampoerna Agro (SGRO) mampu pertahankan kinerja di tengah tantangan curah hujan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×