kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Kebijakan Fed meredam gejolak pasar keuangan dunia


Kamis, 19 September 2013 / 14:25 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Sudirman, Jakarta, Selasa (15/2/2022). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Keputusan The Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk tidak melakukan tapering (kebijakan pengurangan stimulus) direspons positif oleh pemerintah Indonesia.

Pemerintah menilai, keputusan The Fed itu akhirnya akan meredam gejolak pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia. Hal ini diungkapkan Staf Khusus Presiden bidang Perekonomian dan Pembangunan Firmanzah kepada KONTAN, Kamis (19/9).

"Iya kita optimistis, keputusan the Fed tadi malam akan meredam gejolak pasar keuangan dunia. Pemerintah terus memonitor dan mengikuti pergerakan capital inflow terhadap nilai tukar dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)," tutur Firmanzah.

Guru Besar Ekonomi dari Universitas Indonesia ini menjelaskan, kendati gejolak di pasar keuangan bisa redam, tetapi pemerintah tetap melanjutkan program dan paket kebijakan ekonomi yang telah diambil beberapa pekan lalu saat merespons tekanan terhadap perekonomian nasional. "Tujuannya untuk memperkuat fundamental ekonomi kita," terangnya.

Caranya adalah dengan meningkatkan investasi dalam negeri. Salah satunya, memangkas perizinan yang berbelit-belit dan membuat investor enggan menanamkan modalnya di Indonesia.

Pemerintah juga akan mempersempit defisit transaksi neraca pembayaran dan mendorong penguatan daya beli masyarakat.

Kendati demikian, pemerintah masih menjadi impor sebagai solusi untuk mengatasi kelangkaan kebutuhan pokok dalam negeri. Hal ini berpotensi membuat ekonomi Indonesia tidak stabil dan sangat rentan terhadap inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×