kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Keberlanjutan surplus baru bisa diketahui Agustus


Selasa, 01 Juli 2014 / 18:49 WIB
ILUSTRASI. Pre order Samsung S23 beserta harga dan spesifikasinya. 


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Neraca dagang Mei mencatatkan surplus sebesar US$ 69,9 juta. Keberlanjutan neraca dagang untuk bisa terus surplus diprediksi baru bisa terjadi setelah Agustus.

"Karena sampai dengan Juli masih sibuk dengan urusan pemilihan presiden dan puasa. Setelah itu mungkin muncul kestabilan dari September ke atas," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Selasa (1/7).

Pemilihan presiden dan puasa tentu membuat impor kian melebar. Bila pada bulan April impor minyak mentah mencapai US$ 1,07 miliar, maka pada bulan Mei naik menjadi US$ 1,3 miliar. Impor yang meningkat tersebut sebagai antisipasi kebutuhan menjelang Lebaran dan liburan ajaran baru.

Di sisi lain, kunci neraca dagang untuk bisa surplus adalah pada ekspor non migas. Kalau ekspor non migas bisa terus positif maka bisa menutupi defisit migas yang masih akan terjadi hingga Lebaran dan ajaran baru berakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×