Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat keyakinan investor asing menanamkan investasi langsung di Indonesia masih cukup baik. Ini terlihat dari FDI Confidence Index 2026 yang disusun oleh perusahaan konsultan global Kearney.
Menurut laporan yang dipublikasikan Jumat (26/4/2026) tersebut, sebanyak 87% responden survei tetap optimistis atau bahkan lebih optimistis terhadap prospek Indonesia, kendati ada tantangan geopolitik.
Optimisme ini didorong oleh sejumlah faktor utama yang menjadi daya tarik investasi Indonesia. Menurut laporan Kearney, ada dua faktor unggulan yang jadi pertimbangan investor asing menanamkan investasi langsung di Indonesia.
Baca Juga: Resmi Masuk MSCI, BREN dan BRMS Siap Jadi Incaran Investor Asing
Kedua faktor tersebut adalah keahlian dan jumlah tenaga kerja, serta sumber daya alam. Sekitar 28% responden menganggap Indonesia unggul di dua faktor tersebut, sehingga menarik sebagai tujuan investasi.
Kearney menyebut, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, hampir 288 juta jiwa, Indonesia menawarkan tenaga kerja dan pasar domestik yang sangat besar. Ini memberikan keunggulan demografis yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Di sisi sumber daya alam, Indonesia dinilai memiliki keunggulan sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia. Pada tahun 2025, sektor logam dasar mencatatkan realisasi FDI tertinggi sebesar US$ 14,6 miliar, diikuti oleh sektor pertambangan sebesar US$ 4,7 miliar.
Baca Juga: Ekonom: Dunia Usaha Masih Ekspansi, Tapi Semakin Hati-Hati
Selain itu, responden juga melihat sejumlah faktor lain cukup positif. Di antaranya kinerja ekonomi (sekitar 27%), kemudahan berusaha (25%), serta inovasi teknologi (21%).
Tapi hanya 19% investor yang menilai faktor tatakelola yang transparan dan tingkat korupsi yang rendah sebagai faktor unggulan Indonesia. Faktor ini menjadi faktor yang relatif paling rendah pengaruhnya bagi investor dalam mempertimbangkan Indonesia dibandingkan dengan negara lain di Asia.
Skor Indonesia di faktor tatakelola pemerintahan yang transparan dan tingkat korupsi bahkan menjadi yang terendah di Asia Tenggara. Di Thailand dan Malaysia, ada 21% responden yang menilai faktor ini jadi unggulan. Di Vietnam dan Filipina ada 22% responden. Di Singapura bahkan 25% responden menilai faktor ini jadi faktor unggulan.
Baca Juga: Investor Asing Masih Wait and See Masuk ke Pasar Keuangan RI
Temuan ini memperkuat tren kinerja positif investasi di Indonesia yang solid pada kuartal I-2026. Di periode tersebut, realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai Rp 498,79 triliun, tumbuh 7,22% secara tahunan.
Komposisi investasi antara penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) relatif seimbang, masing-masing sekitar 50%, dengan kontribusi terbesar berasal dari Singapura (US$ 4,6 miliar), Hong Kong (US$ 2,7 miliar), China (US$ 2,2 miliar), Amerika Serikat (US$ 1,7 miliar), dan Jepang (US$ 1 miliar).
“Indonesia telah menerapkan strategi terkoordinasi yang menggabungkan kebijakan industri, reformasi regulasi, insentif yang terarah, serta target investasi untuk memperdalam hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah,” ujar Shirley Santoso, President Director Kearney Indonesia, salah satu penulis laporan tersebut.
Baca Juga: Catat! Ini Tiga Sektor Incaran Investor Asing Untuk Tahun 2026
Tapi perlu diwaspadai juga, posisi Indonesia dalam FDI Confidence Index tahun ini merosot, dari posisi 12 tahun lalu menjadi posisi 13. Selain itu, Indonesia hanya tercatat di Emerging Markets Index. Sementara Malaysia, Thailand, India, dan Singapura tercatat di Global Index.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













