kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

KBRI beberkan dugaan awal penyebab ledakan hebat di Beirut


Kamis, 06 Agustus 2020 / 04:16 WIB
KBRI beberkan dugaan awal penyebab ledakan hebat di Beirut
ILUSTRASI. Ledakan dahsyat yang melanda ibukota Lebanon, Beirut, mengejutkan dunia. REUTERS/Mohamed Azakir


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ledakan dahsyat yang melanda ibukota Lebanon, Beirut, mengejutkan dunia. Menurut Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari, ledakan yang terjadi di Beirut diduga disebabkan oleh bahan-bahan yang mengandung sodium nitrat yang terbakar. Barang-barang itu disimpan di Pelabuhan Beirut. 

Ia menambahkan, sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab ledakan yang terjadi pukul 18.02 waktu setempat. Sumber awal menyampaikan analisis bahwa ledakan terjadi di salah satu hangar besar yang menyimpan bahan-bahan rentan meledak yang disimpan di pelabuhan. 

Baca Juga: Ledakan di Beirut, Lebanon, 1 warga Indonesia luka ringan

"Informasi bahwa ledakan besar tersebut berasal dari bahan sodium nitrat dalam volume besar yang disimpan di port (pelabuhan)," ujar Hajriyanto melalui keterangan tertulis, Rabu (5/8/2020). 
"Sodium nitrat adalah bahan putih yang digunakan utk pengawet makanan dan bisa meledak apabila terkena api," kata dia. 

Menurut Hajriyanto, pelabuhan yang menjadi lokasi ledakan berdekatan dengan pusat kota Beirut. Ini menyebabkan munculnya kerusakan dan korban jiwa. 

Baca Juga: Begini gambaran dahsyatnya ledakan Beirut saat jam sibuk Selasa malam

"Lokasi port berdekatan dengan downtown Beirut. Tingkat kehancuran dan kerusakan properti terjadi dalam radius beberapa kilometer dari pusat ledakan," ujar dia.

Ia menambahkan, berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat. "Dalam catatan KBRI Beirut, terdapat 1.447 WNI, dengan 1.234 diantaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa," kata Hajriyanto. 

Baca Juga: Pasca ledakan dahsyat, Lebanon tetapkan Beirut sebagai kota bencana

"Satu WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman," ujar mantan wakil ketua MPR ini. 

Diketahui, sebuah ledakan besar mengguncang area pelabuhan ibukota Lebanon, Beirut, pada hari Selasa (4/8/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KBRI Jelaskan Dugaan Awal Penyebab Ledakan Besar di Beirut, Lebanon"
Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Bayu Galih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×