kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.825   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Kasus Covid-19 Melompat Tinggi, Ini 4 Potensi Penyebab Menurut Satgas


Selasa, 14 Juni 2022 / 19:18 WIB
Kasus Covid-19 Melompat Tinggi, Ini 4 Potensi Penyebab Menurut Satgas
ILUSTRASI. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membeberkan potensi penyebab lonjakan kasus di Indonesia.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus harian Covid-19 melonjak tinggi. Sampai dengan saat ini, pemerintah belum bisa menyimpulkan penyebab pasti lonjakan kasus. Tapi, ada beberapa potensi penyebab.

Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, kasus virus corona pada Selasa (14/6) tercatat 930 kasus, jauh lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya yang hanya 591 kasus.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah mengidentifikasi setidaknya empat potensi penyebab tren kenaikan kasus virus corona di Indonesia.

Pertama, mobilitas penduduk yang terus mengalami peningkatan seiring kasus Covid-19 yang melandai. Ini bisa meningkatkan interaksi masyarakat dari satu tempat ke tempat lain.

Baca Juga: UPDATE Covid-19 Indonesia, 14 Juni: Tambah 930 Kasus Baru, Meninggal 10

Kedua, aktivitas masyarakat di tempat publik dan kegiatan-kegiatan skala besar yang dihadiri banyak orang. 

"Berpotensi meningkatkan interaksi masyarakat yang berpotensi meningkatkan penularan (virus corona)," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan lewat kanal YouTube BNPB, Selasa (14/6).

Ketiga, kedisiplinan protokol kesehatan yang terlihat longgar di tengah masyarakat, seiring kasus Covid-19 yang melandai. Wiku bilang, penggunaan masker tidak sedisiplin saat peningkatan kasus sebelumnya.

Keempat, subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk ke Indonesia, yang teridentifikasi pertama kali pada 6 Juni lalu. Sampai saat ini, ada 8 kasus Omicron BA.4 dan BA.5 yang teridentifikasi.

"Transibilitas (Omicron BA.4 dan BA.5) memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat," ungkap Wiku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×