kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Kapuk Naga Indah jadi tergugat sengketa HGB Reklamasi


Rabu, 31 Januari 2018 / 16:12 WIB
Kapuk Naga Indah jadi tergugat sengketa HGB Reklamasi
ILUSTRASI. Perkembangan Reklamasi Teluk Jakarta


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memutuskan PT Kapuk Naga Indah (KNI) sebagai tergugat II intervensi atas gugatan Hak Guna Bangunan (HGB) Pulau D yang diajukan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ).

"Menerima PT KNI sebagai Tergugat II Intervensi," kata Hakim Ketua Adhi Budhi Sulistyo, Rabu (31/1).

Dalam gugatannya pada 21 November 2017, KSTJ menggugat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara lantaran menerbitkan HGB Pulau D untuk PT KNI sebagai pengembang yang dinilai cacat administrasi.

Sebab, KSTJ menilai HGB tersebut diterbitkan tanpa adanya Peraturan Daerah tentang Zonasi Pulau, penerbitan yang tergesa-gesa, dan pengabaian asas keadilan lantaran HGB diperuntukkan untuk kepentingan bisnis, bukan masyarakat sekitar.

Sementara soal status sebagai tergugat II intervensi, kuasa hukum KSTJ Tigor Hutapea mengatakan PT KNI merupakan pihak yang berkepentingan.

"Mereka sebagai pemegang hak, BPN pemberi hak. Jadi kepentingan mereka adalah mempertahankan hak yang diberikan BPN," kata Tigor seusai sidang.

Sementara itu Kuasa Hukum PT KNI Herman Zakaria meminta waktu satu Minggu ke depan untuk mempersiapkan jawaban. Sedangkan saat dimintai keterangan seusai sidang, Herman tak mau berikan keterangan lebih lanjut.

"Ini kan sidang terbuka untuk umum, silakan catat tadi yang ada di sidang," katanya.

Selain agenda putusan sela tersebut, dalam sidang diagendakan pula pembacaan jawaban BPN Jakarta Utara atas gugatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×