kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kapolri: Teroris masih terus hidup di Indonesia


Senin, 16 Desember 2013 / 23:01 WIB
ILUSTRASI. Berikut cara membersihkan dapur setelah memasak daging supaya tidak menjadi sumber penyebaran bakteri.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman menegaskan, teroris di Indonesia masih terus hidup. Hal itupun mengancam seluruh daerah-daerah di Indonesia.

Sutarman mengatakan, antisipasi pergerakan terorisme dengan melakukan tindakan intelijen.

"Jadi setiap ada pergerakan, saya infokan ke daerah untuk melakukan kegiatan preventif di beberapa daerah, seperti Poso, Solo, NTB, Jatim, Lampung dan lainnya, yang terorisnya masih hidup kita infokan ke daerah," kata Sutarman di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/12/2013).

Jenderal bintang empat itu mengatakan adanya sejumlah daerah yang rawan serangan terorisme. Ia pun menyebutkan beberapa daerah seperti Poso, Solo dan Bima.

Sutarman mengaku telah menginformasikan hal ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum ke Jepang.

"Saya ngobrol dan saya cerita, Pak menjelang natal ini akan ada pergerakan terorisme, sehingga saya harus melakukan langkah-langkah preventif. Jadi, mereka tidak melakukan penyerangan dan kita akan melakukan pendekatan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×