kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45801,69   11,79   1.49%
  • EMAS1.048.000 1,85%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Kalung antivirus corona Kementerian Pertanian diproduksi massal, bagaimana izinnya?


Minggu, 05 Juli 2020 / 09:08 WIB
Kalung antivirus corona Kementerian Pertanian diproduksi massal, bagaimana izinnya?
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengoleskan minyak kayu putih yang diklaim mampu membunuh virus Corona. Minyak oles kayu putih dan kalung antivirus corona temuan Kementerian Pertanian akan diproduksi massal pada Agustus 2020 mendatang.

Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kalung antivirus corona hasil temuan Kementerian Pertanian menjadi perhatian masyarakat di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

Kementerian Pertanian menyatakan akan memproduksi massal kalung dan minyak antivirus corona pada Agustus 2020.

Kalung dan minyak antivirus corona ini didapatkan dari hasil penelitian Balai Peneilitan dan Pengembangan Kementerian Pertanian dari tanaman kayu putih.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dari sebanyak 700 jenis tanaman kayu putih di Indonesia, ada satu jenis tanaman yang dia klaim mampu membunuh virus corona apabila terjadi kontak dengan anggota tubuh.

Syahrul menjelaskan hal ini pada sela-sela jumpa pers seusai bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jumat (3/7), di Kantor Kementerian PUPR. Pernyataan Syahrul ini juga diunggah di akun Youtube Kementerian Pertanian.

"Ini antivirus corona, dari hasil penelitian dari Litbang Kementerian Pertanian. Berasal dari pohon kayu putih. Dari 700 jenis pohon kayu putih satu yang bisa mematikan virus corona. Ini hasil laboratorium kita, dan bulan depan akan kami produksi," kata Syahrul saat ditanya wartawan apa manfat kalung yang baru-baru ini ia kenakan.

Menurut penjelasan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Fadjry Djufry seperti dikutip Kompas.com, kalung antivirus corona merupakan produk dari tanaman eucalyptus yang dibuat dengan teknologi nano.

Produk ini sejatinya juga telah di-launching ke masyarkat sejak Mei 2020.  “Produk yang kemarin bulan Mei sudah di-launching,” ujar Fadjry, saat dihubungi Kompas.com Sabtu (4/7).  

Sementara, menurut Fadjry Djufry proses izin untuk produk eucalytus dalam bentuk kalung ini masih diproses. Sedangkan, produk-produk lainnya sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 

“Izin edar roll on dan inhaler dari BPOM sudah keluar. Sekarang lagi di produksi oleh PT Eagle Indhoparma, sedang kalung aroma terapi masih berproses,” jelas dia.

Pernyataan Fadjry Djufry telah tayang di Kompas.com dengan judul https://nasional.kompas.com/read/2020/07/04/20234441/kementan-sebut-kalung-eucalyptus-sebagai-antivirus-corona-ini-tanggapan-idi?page=all&_ga=2.141535675.846098055.1593583233-196052781.1582159308#page2.

Sebelumnya pada kesempatan bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono ikut menimpali pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

SELANJUTNYA>>

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×