kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.833   42,00   0,25%
  • IDX 8.131   -15,69   -0,19%
  • KOMPAS100 1.144   -1,59   -0,14%
  • LQ45 833   0,16   0,02%
  • ISSI 286   -1,03   -0,36%
  • IDX30 435   1,25   0,29%
  • IDXHIDIV20 523   2,77   0,53%
  • IDX80 128   0,02   0,02%
  • IDXV30 142   0,57   0,41%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Kalla Minta Menpera Sederhanakan Perizinan Rusun


Rabu, 29 April 2009 / 17:07 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Tampaknya Wakil Presiden Jusuf Kalla geram dengan pembangunan rusun yang masih terseok-seok. Ia memerintahkan Menteri Perumahan Rakyat M Yusuf Asy'ari segera membentuk tim untuk mengatasi ruwetnya perizinan untuk membangun rusuna, khususnya di Provinsi DKI Jakarta.

"Akan dibentuk tim untuk mengatasi persoalan perizinan," ucap Menpera usai rapat mengenai perkembangan pembangunan rusuna di Kantor Wapres, Rabu (29/4)

Dalam rapat tersebut turut hadir, antara lain Ketua Umum REI Teguh Satria, Dirut KS Fazwar Bujang, dan Wagub DKI Jakarta, Prijanto. Menpera menjelaskan, nama-nama ketua dan anggota tim akan disusun dalam waktu satu minggu ke depan. Dengan adanya tim ini diharapkan persoalan perizinan akan tuntas dalam waktu paling lambat satu bulan

REI memang kerap mengeluhkan lambannya proses perizinan untuk pembangunan rumah susun di Indonesia. Masalah ini menghambat program percepatan pembangunan rusun 1.000 tower. Perizinan pembangunan rusunami rata-rata membutuhkan waktu hingga enam bulan, padahal idealnya dalam waktu dua bulan izin tersebut seharusnya sudah rampung. Akibatnya, proses ini membutuhkan biaya mahal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×