kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kalla Minta Menpera Sederhanakan Perizinan Rusun


Rabu, 29 April 2009 / 17:07 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Tampaknya Wakil Presiden Jusuf Kalla geram dengan pembangunan rusun yang masih terseok-seok. Ia memerintahkan Menteri Perumahan Rakyat M Yusuf Asy'ari segera membentuk tim untuk mengatasi ruwetnya perizinan untuk membangun rusuna, khususnya di Provinsi DKI Jakarta.

"Akan dibentuk tim untuk mengatasi persoalan perizinan," ucap Menpera usai rapat mengenai perkembangan pembangunan rusuna di Kantor Wapres, Rabu (29/4)

Dalam rapat tersebut turut hadir, antara lain Ketua Umum REI Teguh Satria, Dirut KS Fazwar Bujang, dan Wagub DKI Jakarta, Prijanto. Menpera menjelaskan, nama-nama ketua dan anggota tim akan disusun dalam waktu satu minggu ke depan. Dengan adanya tim ini diharapkan persoalan perizinan akan tuntas dalam waktu paling lambat satu bulan

REI memang kerap mengeluhkan lambannya proses perizinan untuk pembangunan rumah susun di Indonesia. Masalah ini menghambat program percepatan pembangunan rusun 1.000 tower. Perizinan pembangunan rusunami rata-rata membutuhkan waktu hingga enam bulan, padahal idealnya dalam waktu dua bulan izin tersebut seharusnya sudah rampung. Akibatnya, proses ini membutuhkan biaya mahal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×