kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.752   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.480   17,33   0,27%
  • KOMPAS100 849   -3,70   -0,43%
  • LQ45 645   -3,88   -0,60%
  • ISSI 227   2,97   1,32%
  • IDX30 358   -2,50   -0,69%
  • IDXHIDIV20 446   -3,29   -0,73%
  • IDX80 97   -0,40   -0,41%
  • IDXV30 124   -0,24   -0,19%
  • IDXQ30 115   -0,94   -0,81%

Kadin: Industrialisasi jadi solusi menekan defisit neraca dagang


Selasa, 15 Oktober 2019 / 20:13 WIB
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Kamdani, Selasa (21/6).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan September mengalami defisit sebesar US$ 0,16 miliar. Dengan begitu, defisit neraca perdagangan Januari 2019 - September 2019 mencapai US$ 1,9 miliar.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Kamdani mengatakan, defisit akan tetap ada mengingat struktur impor Indonesia masih didominasi oleh bahan baku dan bahan penolong. Ekspor masih akan tertekan mengingat kondisi global yang masih bergejolak. 

Baca Juga: Neraca dagang bulan September 2019 defisit, ini kata ekonom Bank Permata

Shinta berpendapat, untuk bisa menekan angka defisit maka industrialisasi di sektor hulu adalah solusi yang tepat. Menurutnya, dengan industrialisasi maka ketergantungan impor akan berkurang.

"Solusinya adalah kita harus industrialisasi. Bagaimana kita bisa mengembangkan industri hulu kita, agar kita tidak bergantung kepada impor," tutur Shinta, Selasa (15/10). 

Sementara, untuk mendorong ekspor, Shinta mengatakan, pemerintah harus terus mengembangkan ekspor ke pasar-pasar non tradisional. Menurut Shinta, saat ini Indonesia masih terlalu bergantung pada pasar ekspor tradisional.

Baca Juga: Perluas akses pasar, Kemendag genjot perjanjian dagang dengan negara lain

Dalam pemberitaan Kontan sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan, defisit neraca perdagangan di September masih disebabkan  kinerja ekspor yang masih tidak ekspansif.

Ini karena perekonomian global yang masih tidak pasti sebagai imbas dari perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×