kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Jumlah Pengunjung Taman Nasional Komodo Bakal Dibatasi, Ini Alasannya


Senin, 27 Juni 2022 / 16:47 WIB
ILUSTRASI. Komodo Dargon (Varanus Komodoensis) Pulau Rinca Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/29/082/109.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

"Jika upaya konservasi yang ketat tidak diperkenalkan dan wisatawan tidak mulai dibatasi, kita akan melihat penurunan yang signifikan dalam nilai jasa ekosistem di Pulau Komodo dan Pulau Padar," ungkap Irman.

Sementara itu, Carolina Noge, Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi di Taman Nasional Komodo berharap, dengan diberlakukannya pembatasan kunjungan dan kompensasi biaya konservasi, dapat menumbuhkan perilaku pariwisata yang lebih sadar di lingkungan Taman Nasional Komodo.

"Tentunya, untuk penguatan fungsi di kawasan Taman Nasional Komodo perlu sinergitas antar lembaga, dan multisektoral sebagai penjaga gerbang dan pelindung Taman Nasional Komodo," kata Carolina.

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi, menyambut baik program ini. Dimana akan ada empat agenda penguatan fungsi yang akan dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Taman Nasional Komodo.

"Agendanya ialah penguatan kelembagaan, perlindungan dan pengamanan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan wisata alam," kata Josef.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×