CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Jokowi minta vaksinasi booster disiapkan bulan depan, begini progresnya


Senin, 06 Desember 2021 / 19:56 WIB
ILUSTRASI. Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Gelanggang Remaja Kecamatan Matraman, Jakarta, Selasa (16/11/2021). Jokowi minta vaksinasi booster disiapkan bulan depan, begini progresnya


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo mengarahkan agar mulai mempersiapkan vaksinasi dosis ketiga atau booster pada Januari 2022 mendatang.

Saat ini pemerintah tengah melakukan finalisasi dari vaksinasi booster yang rencananya akan dilakukan dengan skema PBI dan non PBI.

Untuk detail pelaksanaannya akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang dijanjikan akan keluar dalam waktu dekat.

"Kami sedang akan memfinalkan terkait dengan vaksin berbasis PBI dan juga basis non-PBI yang akan diatur dalam Permenkes yang dalam waktu yang tidak terlalu lama [keluar]," kata Airlangga.

Baca Juga: Bio Farma pastikan tidak ada masalah soal penyediaan rantai pendingin vaksin booster

Airlangga menyebut, beberapa uji klinis di berbagai negara sudah memberikan rekomendasi mengenai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga.

Rekomendasi juga dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional kesehatan untuk dilakukan vaksinasi booster. Upaya pemberian vaksinasi booster tak lepas dari upaya meningkatkan keefektifan vaksin terlebih untuk menghadapi varian-varian baru termasuk omicron.

Selain vaksinasi dosis ketiga, Presiden juga mengarahkan agar dilakukan percepatan dimulai vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun.

Adapun untuk cakupan vaksinasi rata-rata nasional suntikan dosis 1 adalah 68,42% dan dosis kedua adalah 47, 55% dari target.

Namun Airlangga mengungkapkan masih ada 9 provinsi yang vaksinasinya kurang dari 50%, yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Aceh dan Papua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×