kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Jokowi minta penghapusan tarif dagang ke Putin


Kamis, 19 Mei 2016 / 07:26 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Nilai perdagangan RI- Rusia anjlok tajam. Berdasarkan data yang dimiliki Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk periode 2015 kemarin saja, nilai perdagangan RI- Rusia hanya mencapai US$ 1,98 miliar.

Angka ini, anjlok 25% atau US$ 660 juta jika dibandingkan 2014. Atas dasar itulah, Jokowi saat bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin meminta agar nilai perdagangan tersebut bisa ditingkatkan kembali.

Agar upaya tersebut salah satunya dia usulkan dengan menghapus sejumlah hambatan tarif yang terjadi dalam hubungan perdagangan dua negara. "Hambatan tarif tersebut termasuk untuk minyak kelapa sawit, ikan, dan produk pertanian," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Arie Dwipayana, Tim Komunikasi Presidan Kamis (19/5) pagi.

Di samping itu Jokowi juga mengatakan perlu dibuka akses pasar yang lebih besar antar dua negara sehingga kontak dan perdagangan langsung antar pelaku usaha di dua negara bisa ditingkatkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×