kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.848   39,00   0,23%
  • IDX 8.123   -112,62   -1,37%
  • KOMPAS100 1.142   -14,73   -1,27%
  • LQ45 823   -11,41   -1,37%
  • ISSI 290   -3,03   -1,04%
  • IDX30 434   -5,84   -1,33%
  • IDXHIDIV20 522   -5,54   -1,05%
  • IDX80 128   -1,28   -0,99%
  • IDXV30 143   -0,50   -0,35%
  • IDXQ30 139   -2,26   -1,60%

Jokowi minta pasokan listrik di Papua ditingkatkan


Rabu, 10 Mei 2017 / 13:09 WIB
Jokowi minta pasokan listrik di Papua ditingkatkan


Reporter: Agus Triyono | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemerintah menyatakan akan melipatgandakan pasokan listrik di Papua. Pasokan listrik yang saat ini 280 megawatt (MW) pada tahun 2019 nanti akan ditingkatkan menjadi 730 MW.

Agar peningkatan kapasitas tersebut bisa tercapai, Presiden Joko Widodo menyatakan, telah memerintahkan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM, Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN dan Sofyan Basir sebagai Dirut PLN untuk segera meningkatkan pasokan listrik di Papua.  

"Cepat selesaikan, kekurangan pasokan listrik di Kawasan Timur Indonesia utamanya Papua mendesak," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Bey Machmudin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (9/5) malam.

Tidak hanya itu saja, Jokowi juga memerintahkan agar penambahan pasokan listrik di Papua dilakukan dengan memprioritaskan penggunaan energi terbarukan. "Jangan semua batubara. Gunakan gas, tenaga mikrohidro, matahari, dan ada juga arus laut yang juga kita mulai di NTT. Inilah upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka menyediakan kelistrikan," katanya.

Jokowi mengatakan, peningkatan pasokan listrik di Papua saat ini mutlak diperlukan. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, peningkatan pasokan listrik juga diperlukan untuk penyelengggaraan PON di Papua 2020 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×