CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Jokowi konsisten angkat 3 isu ini saat menghadiri setiap rangkaian KTT ASEAN


Minggu, 15 November 2020 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato di KTT ASEAN melalui video conference dari Istana Bogor, Kamis (12/11/2020).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo telah mengikuti serangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-37 ASEAN secara virtual hingga Minggu (15/11).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun mengatakan, saat menghadiri rangkaian KTT tersebut, ada tiga isu yang secara konsisten diangkat oleh Jokowi.

Isu pertama, adalah pentingnya kerja sama dalam bidang kesehatan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, Menurutnya, pembangunan ketahanan kesehatan kawasan dan dunia perlu dilakukan.

Isu kedua adalah perlunya mendorong kerja sama untuk mengatasi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Tanpa AS, China bakal keruk keuntungan dari blok perdagangan baru di Asia?

"Kerja sama ini penting untuk terus dilakukan agar kondisi ekonomi dunia menjadi lebih baik, tentunya tanpa mengorbankan ketaatan pada protokol kesehatan," ujar Retno dalam konferensi pers, Minggu (15/11).

Tak hanya itu, isu lain yang diangkat Jokowi adalah pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia. Jokowi terus menekankan hal ini lantaran semakin menajamnya rivalitas antara kekuatan besar.

"Upaya untuk menangani pandemi dan dampak ekonomi akan terhambat jika isu perdamaian dan stabilitas tidak terus dijaga," kata Retno.

Lebih lanjut Retno juga mengatakan selama KTT berlangsung, Jokowi juga mengangkat isu sentralitas dan soliditas ASEAN, dimana diharapkan ASEAN benar-benar menjalankan prinsip tersebut. Menurutnya, dalam melaksanakan prinsip tersebut dibutuhkan peran setiap negara.

Pesan lainnya adalah mengenai pentingnya penghormatan hukum internasional dan memperkuat multilaterisme.

Selanjutnya: Asia to form world's biggest trade bloc, a China-backed group excluding U.S.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×